Sabtu, 31 Oktober 2026
17:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pancur Batu, Deli Serdang

Pancur Batu, Deli Serdang

kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Bagikan:
Untuk desa di Kabupaten Karo, lihat Pancur Batu, Merek, Karo.
Pancur Batu
Kantor Camat Pancur Batu
Kantor Camat Pancur Batu
Koordinat: 3°30′00″N 98°34′00″E / 3.5°N 98.566667°E / 3.5; 98.566667
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenDeli Serdang
Pemerintahan
 • CamatSandra Dewi Situmorang[1]
Populasi
 (30 Juni 2024)[2]
 • Total99.896 jiwa
Kode pos
20353
Kode Kemendagri12.07.05 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1212050 Suntingan nilai di Wikidata
Luas- km²
Desa/kelurahan25 desa
Peta interaktif
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pancur_Batu%2C_Deli_Serdang&revid=30001242&groups=_922c91aae36cd817f538f486616644f00778443a&parser=parsoid

Pancur Batu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Pada zaman kolonial Belanda, nama daerah ini disebut dengan Arnhemia. Pancur Batu merupakan jalan utama dari Kota Medan menuju ke Berastagi, Karo.

Sejarah

Sebelum masa kolonial, wilayah ini dikenal dengan nama Sinuan Bunga dan dihuni oleh masyarakat Batak Karo yang membuka permukiman di daerah tersebut, sebelum kemudian didatangi pekerja kontrak dari etnis Jawa dan Tionghoa untuk bekerja di perkebunan-perkebunan milik pemerintah kolonial.[3]

Pada masa penjajahan Belanda, daerah ini dinamai Arnhemia dan dibangun sebagai pusat pemerintahan yang mengurus wilayah permukiman etnis Karo di kawasan Karo Hilir.[4] Kawasan ini dikenal luas karena perkebunan tembakaunya, antara lain milik Deli Maatschappij di Tuntungan dan Rotterdam Deli.[3] Aktivitas perkebunan tersebut mendorong perusahaan kereta api Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) membangun jalur kereta api dengan rute Medan–Arnhemia pada tahun 1900.[5]

Nama Arnhemia sendiri termasuk dalam daftar sejumlah wilayah di Indonesia yang menggunakan penamaan berbahasa Belanda pada masa kolonial.[6]

Pemerintahan

250px-Welcome_gate_to_Bintang_Meriah%2C_Pancur_Batu%2C_Deli_Serdang_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan lintas Medan-Berastagi di Desa Bintang Meriah

Kecamatan Pancur Batu terdiri dari 25 desa, yaitu:

Demografi

Penduduk

Berdasarkan data tahun 2024, Kecamatan Pancur Batu memiliki jumlah penduduk sebanyak 101.515 jiwa dengan 32.885 kepala keluarga.[7]

Desa dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Desa Tanjung Anom, sedangkan yang paling sedikit adalah Desa Bintang Meriah.

Jumlah penduduk di Kecamatan Pancur Batu tahun 2024
DesaPendudukKepala Keluarga
Baru7.3082.381
Bintang Meriah1.406482
Durin Jangak1.789614
Durin Simbelang3.1531.027
Durin Tonggal3.9231.306
Gunung Tinggi2.158699
Hulu4.4911.477
Lama5.6421.863
Namo Bintang6.9152.226
Namo Riam2.071691
Namo Rih1.860610
Namo Simpur1.709584
Pertampilen1.997655
Perumnas Simalingkar6.4502.086
Salam Tani1.629519
Sei Glugur7.6092.431
Sembahe Baru4.5201.415
Simalingkar A3.4161.139
Sugau1.408477
Suka Raya5.0291.642
Tanjung Anom12.6953.889
Tengah2.426856
Tiang Layar1.558548
Tuntungan I4.1931.333
Tuntungan II6.1601.935
Total101.51532.885

Suku

Kecamatan Pancur Batu bersifat multietnis, dengan sebagian besar penduduknya berasal dari etnis Jawa dan Batak Karo, serta terdapat pula suku lain seperti Batak Batak Toba, Angkola-Mandailing, Minangkabau, Melayu, Tionghoa, dan lainnya.

Agama

250px-GBKP_Rg._Pancur_Batu%2C_Klasis_Pancur_Batu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja GBKP Pancur Batu, gereja protestan berbasis kesukuan bagi etnis Batak Karo di pusat Kecamatan Pancur Batu.

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pancur Batu beragama Islam, diikuti oleh Kristen. Dari 25 desa di kecamatan ini, 15 desa memiliki mayoritas penduduk beragama Kristen, sedangkan 10 desa lainnya mayoritas beragama Islam. Namun, berdasarkan jumlah penduduk secara keseluruhan, penduduk beragama Islam mencapai 58,4%, sedangkan Kristen sebesar 41,2%. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh jumlah penduduk di beberapa desa mayoritas Muslim yang relatif lebih besar, seperti Tanjung Anom dan Sei Glugur.[7]

Gunung Tinggi dan Perumnas Simalingkar memiliki komposisi penduduk yang relatif berimbang antara Islam dan Kristen, dengan selisih proporsi kurang dari 1%.[7]

Agama di Kecamatan Pancur Batu (2024)[7]
Agama Persen
Islam
  
58,38%
Kristen Protestan
  
35,91%
Kristen Katolik
  
5,31%
Hindu
  
0,16%
Buddha
  
0,23%
Konghucu
  
0%
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
  
0,01%

Sarana peribadatan

250px-GBKP_Rg._Perumnas_Simalingkar%2C_Klasis_Medan_Delitua_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja GBKP Perumnas Simalingkar, gereja protestan berbasis kesukuan bagi etnis Batak Karo di Desa Perumnas Simalingkar.
250px-GBKP_Rg._Simalingkar_A%2C_Klasis_Medan_Namo_Rambe_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja GBKP Simalingkar A, gereja protestan berbasis kesukuan bagi etnis Batak Karo di Desa Simalingkar A.

Berdasarkan data tahun 2023, di Kecamatan Pancur Batu terdapat 200 sarana peribadatan, yang terdiri atas 47 masjid, 35 musala, 112 gereja Protestan, 3 gereja Katolik, dan 3 pura.[8]

Sarana peribadatan di Kecamatan Pancur Batu tahun 2023
DesaMasjidMusalaGereja ProtestanGereja KatolikPuraWihara
Baru427
Bintang Meriah141
Durin Jangak129
Durin Simbelang115
Durin Tonggal115
Gunung Tinggi25
Hulu3161
Lama138
Namo Bintang314
Namo Riam7
Namo Rih2
Namo Simpur4
Pertampilen114
Perumnas Simalingkar324
Salam Tani321
Sei Glugur4421
Sembahe Baru
Simalingkar A341
Sugau13
Suka Raya431
Tanjung Anom569
Tengah121
Tiang Layar14
Tuntungan I256
Tuntungan II325
Total4735112330

Galeri

  • Perkebunan tembakau di Arnhemia di sekitar tahun 1900.
    Perkebunan tembakau di Arnhemia di sekitar tahun 1900.
  • Stasiun kereta api Arnhemia di sekitar tahun 1920.
    Stasiun kereta api Arnhemia di sekitar tahun 1920.
  • Perkebunan tembakau di Arnhemia pada sekitar tahun 1900.
    Perkebunan tembakau di Arnhemia pada sekitar tahun 1900.

Referensi

  1. ↑ "Pejabat Kecamatan". portal.deliserdangkab.go.id. 13 Oktober 2024.
  2. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 13 Oktober 2024.
  3. 1 2 Angelia S, Eva; Pujiati; Zuska, Fikarwin (2023). "Perkembangan Pasar Tradisional Pancur Batu di Deli (1960-1975)". Purbawidya. 12 (2): 121–137.
  4. ↑ "Pancur Batu di Tahun 1970an dari Kamera Harrison Forman". Karo Siadi. Diakses tanggal 22 Agustus 2026.
  5. ↑ "Ketika Kereta Api Pernah Ada di Pancur Batu". Kompasiana. Diakses tanggal 22 Agustus 2026.
  6. ↑ "Di Zaman Belanda Dulu, Pancur Batu Disebut Arnhemia". Indozone. 22 Januari 2021. Diakses tanggal 22 Agustus 2026.
  7. 1 2 3 4 "Visualisasi Data Kependudukan". gis.dukcapil.kemendagri.go.id. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 12 Agustus 2026.
  8. ↑ "Kecamatan Pancur Batu Dalam Angka 2024". Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang. BPS Kabupaten Deli Serdang. Diakses tanggal 13 Agustus 2026.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pancur Batu, Deli Serdang.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan