Senin, 05 Oktober 2026
20:19 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Pan-Iranisme

Pan-Iranisme

Bagikan:
250px-Flag_of_Pan-Iranist-Party.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Partai Pan-Iranis

Pan-Iranisme (Persia: پان‌ایرانیسم) adalah ideologi nasionalis yang menekankan persatuan budaya, sejarah, dan identitas bersama seluruh bangsa Iran, baik di Iran maupun di wilayah lain yang secara historis dan etnolinguistik termasuk dalam lingkup peradaban Iran. Ideologi ini bertujuan mempererat hubungan sosial dan budaya antarmasyarakat Iranik.[1]

Namun, terdapat beberapa aliran dari bentuk pan-nasionalisme ini yang mendorong pandangan dan ambisi irredentis, yaitu dengan menuntut penyatuan wilayah seluruh tanah yang dihuni bangsa Iran di Asia Barat, Kaukasus, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Secara lebih khusus, kaum pan-Iranis radikal umumnya berpandangan bahwa batas-batas historis Iran, seperti wilayah Kekaisaran Akhemeniyah kuno, harus dipulihkan sejauh memungkinkan agar bangsa-bangsa Iran dipersatukan lebih dekat di bawah satu negara.[2]

Asal-usul dan ideologi

Ilmuwan politik Iran Mahmoud Afshar mengembangkan ideologi pan-Iranis pada awal dekade 1920-an sebagai bentuk oposisi terhadap pan-Turkisme dan pan-Arabisme, yang dipandang sebagai ancaman potensial terhadap keutuhan wilayah Iran. Ia juga menunjukkan keyakinan kuat terhadap karakter nasionalis bangsa Iran sepanjang sejarah panjang negara tersebut.[3]

Menjelang Perang Dunia I, kaum pan-Turkis memusatkan perhatian pada wilayah-wilayah berbahasa Turk di Iran, Kaukasus, dan Asia Tengah.[4] Tujuan akhirnya adalah membujuk penduduk di wilayah-wilayah tersebut untuk memisahkan diri dari entitas politik yang lebih besar tempat mereka berada dan bergabung dengan tanah air pan-Turkis yang baru. Justru seruan terakhir kepada orang Azerbaijan Iran ini, yang bertentangan dengan maksud kaum pan-Turkis, menyebabkan sekelompok kecil intelektual Azerbaijan menjadi pendukung paling kuat bagi keutuhan wilayah Iran. Setelah Revolusi Konstitusional di Iran, nasionalisme romantik diadopsi oleh kaum Demokrat Azerbaijan sebagai reaksi terhadap kebijakan irredentis pan-Turkis yang mengancam integritas teritorial Iran. Pada masa inilah Iranisme dan kebijakan homogenisasi bahasa diusulkan sebagai langkah defensif terhadap pihak-pihak lain. Berlawanan dengan dugaan umum, para pelopor utama nasionalisme defensif ini justru berasal dari kalangan Azerbaijan Iran. Mereka memandang bahwa menjamin keutuhan wilayah negara merupakan langkah pertama untuk membangun masyarakat yang berdasarkan hukum dan negara modern. Dalam kerangka ini, kesetiaan politik mereka melampaui afiliasi etnis dan regional mereka. Penerapan kebijakan integrasionis tersebut membuka jalan bagi munculnya nasionalisme budaya kelompok etnis utama negara.[4]

Secara geografis dan budaya, Iran Raya umumnya diakui mencakup seluruh dataran tinggi Iran beserta dataran-dataran di sekitarnya,[5] membentang dari Mesopotamia dan Kaukasus Selatan di barat hingga Sungai Indus di timur, serta dari Sungai Oxus di utara hingga Teluk Persia dan Laut Oman di selatan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Ahmadi, Hamid (2020). "Nationalism in Iran". Dalam Kamrava, Mehran (ed.). Routledge Handbook of Persian Gulf Politics. Routledge. hlm. 265–279.
  2. ↑ Leonard, Binder, ed. (1999). Ethnic conflict and international politics in the Middle East. University Press of Florida. p. 22. ISBN 978-1-4039-8141-7. Pan-Iranism had a brief ideological life among a small group of Iranian fascists, but has fizzled and seems unlikely to gain new life. Like pan-Turkism, its essential aims are irremediably irredentist, evoking images of Nazi-era expansionism.”
  3. ↑ AHMAD ASHRAF, "IRANIAN IDENTITY IN THE 19TH AND 20TH CENTURIES", Encyclopedia Iranica. Also accessible here:[pranala nonaktif permanen]. (Afšār, p. 187)"
  4. 1 2 Touraj Atabaki, "Recasting Oneself, Rejecting the Other: Pan-Turkism and Iranian Nationalism" in Van Schendel, Willem(Editor). Identity Politics in Central Asia and the Muslim World: Nationalism, Ethnicity and Labour in the Twentieth Century. London, GBR: I. B. Tauris & Company, Limited, 2001.
  5. ↑ "Iran i. Lands of Iran". Encyclopædia Iranica.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan