Minggu, 04 Oktober 2026
06:06 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Pakta Lucknow

Bagikan:

Pakta Lucknow merujuk kepada sebuah perjanjian yang dicapai antara Kongres Nasional India dan Liga Muslim pada sesi bersama kedua partai tersebut, yang diadakan di Lucknow, pada tahun 1916. Muhammad Ali Jinnah, yang saat itu merupakan anggota Kongres sekaligus Liga, membuat kedua partai tersebut meraih sebuah kesepakatan untuk meminta pemerintah Inggris mengadopsi hukum yang lebih liberal bagi India dan memberi bangsa India otoritas lebih untuk menjalankan negaranya, di samping mengamankan tuntutan-tuntutan dasar Muslim. Setelah pemisahan Bengal, Jinnah memilih Liha untuk membuatnya menjadi lebih populer di kalangan Muslim. Jinnah sendiri adalah adalah dalang dan arsitek dari pakta tersebut. Karena rekonsiliasi antara Kongres dan Liga, Sarojini Naidu memberikannya gelar “Duta Besar Persatuan Hindu-Muslim”.

Pakta Lucknow juga mendirikan hubungan kordial antara dua kelompok menonjol dari Kongres Nasional India – "faksi panas" garam dal pimpinan Bal Gangadhar Tilak, dan kalangan moderat atau "faksi lembut", naram dal pimpinan Gopal Krishna Gokhale.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan