Jumat, 23 Oktober 2026
10:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Pakan (pasar)

Pakan (pasar)

Bagikan:
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Marktvrouwen_met_hun_koopwaar_Fort_de_Kock_Sumatra%60s_Westkust_TMnr_60018265.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kegiatan pekan yang tumpah ke jalan di Bukittinggi pada 1932. Kota itu berawal dari pakan di Nagari Kurai yang diadakan setiap Sabtu.

Pekan adalah salah satu konsep pasar yang dikenal di Minangkabau berupa kegiatan pasar yang berlangsung sekali dalam seminggu (bahasa Minang: pekan).[1][2][3] Nama pakan umumnya memakai nama hari penyelenggaraannya, dimulai dari pekan sinayan (berarti pasar pada hari Senin), pekan salasa (Selasa), pekan rabaa (Rabu), pekan kamih (Kamis), pakan jumat (Jumat), Pekan sabu (Sabtu), dan pekan akaik (pasar Minggu).[4]

Dahulu, setiap nagari di Minangkabau memiliki pekan masing-masing. Jika pakan itu berdekatan, maka hari pelaksanaanya harus berbeda.[5] Christine Dobbin mencatat, konsep pakan berguna agar nagari-nagari yang berdekatan bisa bergiliran menyelenggarakan pasar sepanjang minggu.[6]

Kegiatan pekan yang diadakan pada hari tertentu dalam seminggu membedakannya dengan konsep pasar lainnya di Minangkabau, yakni pasa dan balai. Pasa yakni kegiatan pasar yang diadakan berkelanjutan, sedangkan balai yakni kegiatan pasar yang bergantung adanya keramaian (seperti musyawarah) di sekitar balai adat.[1][7]

Warisan

Cikal bakal sejumlah daerah di darek dan rantau Minangkabau berawal dari pakan.[8] Kota Pekanbaru, ibu kota Riau sekarang, berawal dari pakan yang didirikan para pedagang Minangkabau di tepi Sungai Siak pada abad ke-18.[9] Di Sumatera Barat, Payakumbuh dan Bukittinggi semula merupakan pakan bagi penduduk di sekitarnya sebelum pemerintah kolonial Belanda datang dan membangun kota.[10]

Walaupun tidak banyak, terdapat pula daerah yang dinamakan menurut hari pasar, seperti Pakan Sinayan dan Pakan Rabaa.

Penataan

250px-Tugu_PDRI_Pasar_Koto_Tinggi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasana Nagari Koto Tinggi di luar hari pasar. Pasar di sini diadakan setiap Jumat

Nagari Koto Baru di Tanah Datar dan Nagari Padang Lua di Agam memiliki pakan yang berada di jalur lintas Padang Panjang—Bukittinggi.[11] Hari pasar keduanya sama-sama berlangsung pada Senin, sehingga keberadaanya kerap menimbulkan kemacetan.[12][13][14]

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/52
  2. ↑ https://crossasia-journals.ub.uni-heidelberg.de/index.php/iaf/article/view/854
  3. ↑ https://d-nb.info/960672400/34
  4. ↑ http://scholar.unand.ac.id/49027/2/BAB%20I.pdf
  5. ↑ Navis, A. A. (1984). Alam terkembang jadi guru: adat dan kebudayaan Minangkabau. Grafiti Pers. hlm. 92.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Christine Dobbin (2016). Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784–1847. London: Routledge. hlm. 63. Diakses tanggal 1 April 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ http://scholar.unand.ac.id/5845/1/1054.pdf
  8. ↑ https://hariansinggalang.co.id/terkait-pasar-ateh-asraferi-sabri-tulis-surat-terbuka-untuk-presiden-ri/
  9. ↑ Sejarah Daerah Riau (1977). Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  10. ↑ http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/39965
  11. ↑ https://www.antarafoto.com/korporasi/v1253627365/macet
  12. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-20. Diakses tanggal 2020-04-22.
  13. ↑ http://news.klikpositif.com/baca/28935/hari-pasar-di-koto-baru-sebabkan-macet--satlantas-gotong-royong-tekan-penyumbatan-lalu-lintas[pranala nonaktif permanen]
  14. ↑ https://sumbar.antaranews.com/berita/279238/transaksi-di-pasar-koto-baru-rp5-milliar-sehari
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan