Senin, 26 Oktober 2026
14:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Padi gadu

Padi gadu

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2016)
500px-Unhulled_rice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Padi gadu merupakan salah satu jenis tanaman padi

Padi gadu merupakan sebutan dari tanaman padi pada musim kemarau yang telah ditetapkan dalam rencana tata tanam atau dinamakan gadu izin.[1] Padi gadu merupakan padi yang dipanen pada musim kemarau.[2] Penanaman padi gadu sering mengalami kekurangan air pada fase primordia (bulan juni dan juli).[3] Musim kemarau yang dikwatirkan bagi banyak orang akan menjadi musibah kekeringan ternyata untuk sebagai orang atau sebagai besar petani contohnya petani Kerawang yang sedang melaksanakan panen padi gadu merupakan bentuk keuntungan tersendiri karena jika melaksanakan panen padi gadu hasil panennya bagus dan harga padinya jauh melampaui harga dasar padi yang ditetapkan pemerintah.[4] Padi gadu merupakan padi yang ditanam di ujung musim hujan, untuk dapat dipanen pada masa musim kemarau.[5] Padu gadu hanya dapat ditanam pada daerah yang irigasinya baik atau dekat sumber air.[2] Untuk daerah irigasi yang luas yang diatur/dibagi menurut golongan biasanya penanaman padi gadu ditentukan oleh pemerintah setempat.[6] Waktu untuk mengerjakan pada padi gadu sangat sempit karena persediaan air pada musim kemarau yang cukup terbatas.[6]

Referensi

  1. ↑ BUPATI TEMANGGUNG.2011.PERATURAN BUPATI TEMANGGUNG NOMOR 22 TAHUN 2011.3-4
  2. 1 2 Kaslan A. Tohir.1954.Pedoman bertjotjok tanam.Publisher: Balai Pustaka, Kementerian P.P.67
  3. ↑ Asep Saefuddin, Kedi Suradisastra, Husni Kasim.1991.Potensi, kendala, dan peluang pembangunan pertanian di Sukabumi Selatan.Publisher: Proyek Pembangunan Penelitian Pertanian Terapan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.221
  4. ↑ Ismail Kusmayadi dkk.2008.Be smart Bahasa Indonesia.Bandung: Grafindo.84
  5. ↑ Hendartini Habsjah dkk.2007.Perjalana panjang anak bumi.Penerbit: Yayasan obor Indonesia.77-78
  6. 1 2 Hardjodinomo. Tohir.1970.Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan