Jumat, 23 Oktober 2026
21:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Padatan kakao

Padatan kakao

Bagikan:
250px-Cocoa_powder.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bubuk kakao

Padatan kakao adalah campuran dari berbagai senyawa setelah mentega kakao diekstraksi dari biji kakao. Umumnya dijual dalam bentuk bubuk kakao. Perbandingan antara padatan kakao dengan mentega kakao dalam biji kakao kurang lebih 50:50.[1] Dalam pembuatan coklat, padatan kakao dibutuhkan untuk menambah massa dan umumnya digunakan pada coklat berkualitas rendah. Sedangkah coklat kualitas tinggi menggunakan lebih banyak mentega kakao dibandingkan padatan kakao.

Sifat fisik

Padatan kakao berwarna coklat muda dengan pH antara 5.1 hingga 5.4. Namun padatan kakao yang telah diproses memiliki keasaman lebih rendah (pH lebih tinggi, antara 6.8 sampai 8.1) karena alkalisasi yang mengurangi rasa pahit sehingga disukai konsumen.[2]

Nutrisi

Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi954 kJ (228 kcal)
57.90 g
13.70 g
19.60 g
MineralKuantitas
%AKG†
Kalsium
13%
128 mg
Zat besi
107%
13.86 mg
Magnesium
141%
499 mg
Mangan
183%
3.837 mg
Fosfor
105%
734 mg
Potasium
32%
1524 mg
Sodium
1%
21 mg
Seng
72%
6.81 mg
Komponen lainnyaKuantitas
Air3.00 g
†Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Padatan kakao menandung antioksidan flavanol dalam jumlah tinggi.[3] Selain itu terdapat juga mineral kalsium, tembaga, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan seng. Semua nutrisi ini lebih banyak terdapat pada padatan kakao dibandungkan mentega kakao.[4] Padatan kakao juga mengandung kafeina dan theobromin, yang jarang terdapat pada mentega kakao.[5]

Kandungan flavanoid pada padatan kakao sangat bergantung pada prosesnya.[4] Pemrosesan secara alkali dengan menggunakan proses Dutch mengurangi kandungan flavanoid secara signifikan.[3] Flavanol sangat terkait dengan kualitas kesehatan dan diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan stroke. Flavanol diperkirakan beperan sebagai anti inflamasi dan anti platelet pada pembuluh darah sehingga mencegah penggumpalan.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Steinberg, F.M.; Bearden, M.N.; Keen, C.L. (Februari 2003). "Cocoa and chocolate flavonoids: Implications for cardiovascular health". Journal of the American Dietetic Association. 103 (2): 215–223. doi:10.1053/jada.2003.50028. Diakses tanggal November 9, 2011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Materials Handled Cocoa Powder: Overview. Retrieved: 2 April 2014.
  3. 1 2 Kenneth B. Miller, William Jeffery Hurst, Mark J. Payne, David A. Stuart, Joan Apgar, Daniel S. Sweigart and Boxin Ou. J. Agric. Food Chem., 2008, 56 (18), pp 8527–8533 DOI: 10.1021/jf801670p Publication Date (Web): August 19, 2008. Impact of Alkalization on the Antioxidant and Flavanol Content of Commercial Cocoa Powders. Retrieved: 2 April 2014.
  4. 1 2 Steinberg, F.M.; Bearden, M.M.; Keen, C.L. (Februari 2003). "Cocoa and chocolate flavonoids: Implications for cardiovascular health". 103 (2): 215–223. Diakses tanggal November 9, 2011.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "USDA National Nutrient Database for Standard Reference, Release 24, (2011)". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-26. Diakses tanggal 2014-12-26.
  6. ↑ Corti, R.; Flammer, A.J.; Hollenberg, N.K. (2009). "Cocoa and Cardiovascular Health". Circulation. Contemporary Reviews in Cardiovascular Medicine. 119: 1433–1441. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.108.827022. Diakses tanggal November 9, 2011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cocoa powder.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan