Sabtu, 10 Oktober 2026
02:21 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Pacuvius Labeo

Bagikan:

Pacuvius Labeo (meninggal 42 SM) adalah ahli hukum Romawi, senator, dan salah satu pembunuh Julius Caesar. Ia adalah salah satu anggota dalam konspirasi yang merekrut senator lainnya.[1] Ia adalah ayah dari Marcus Antistius Labeo, yang hidup di masa kekuasaan Kaisar Augustus.

Karier

Pacuvius merupakan murid dari Servius Sulpicius Rufus, yang menurut Sextus Pomponius menulis buku-buku yang dicerna oleh Aufidius Namusa.[butuh rujukan]

Pacuvius bergabung dalam konspirasi Brutus dan Cassius untuk membunuh Caesar. Ia kemungkinan senator, tetapi kariernya saat itu tidak tercatat.[2] Ia antusias dalam konspirasi, dan aktif dalam proses perekrutan.[1] Ia hadir dalam Pertempuran Filipi di pihak Brutus. Sebelum kematiannya, ia menyelesaikan urusan duniawi dan mengirim pesan-pesan kepada keluarganya. Kemudian, Pacuvius memberikan pedangnya kepada budaknya dan memerintahkannya untuk menusuk tenggorokannya. Ia dikuburkan di dalam tendanya.[butuh rujukan]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Bauman, hlm. 109–110. sfn error: tanpa target: CITEREFBauman (bantuan)
  2. ↑ Bauman, hlm. 110. sfn error: tanpa target: CITEREFBauman (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan