Senin, 02 November 2026
17:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Otje Djundjunan

Otje Djundjunan

politisi Indonesia

Bagikan:
Otje Djundjunan
250px-Otje_Djundjunan%2C_Siliwangi_dari_Masa_ke_Masa%2C_p58.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wali Kota Bandungke-13
Masa jabatan
11 Januari 1971 –19 Januari 1976
GubernurSolihin G.P.
Aang Kunaefi
PendahuluHidayat Sukarmadidjaja
PenggantiUtju Djunaedi
Informasi pribadi
Lahir(1927-05-18)18 Mei 1927
Meninggal11 April 1986(1986-04-11) (umur 58)
Suami/istriPopong Otje Djundjunan
PekerjaanMiliter
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-18-TNI_Army-COL.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kolonel
SatuanInfanteri
NRP11647

Otje Abdullah Achmad Djundjunan Setiakusumah (18 Mei 1927 – 11 April 1986) merupakan seorang perwira militer dari Indonesia. Ia menjabat sebagai Wali kota Kota Bandung dari tahun 1971 hingga 1976.

Kehidupan

Masa kecil dan pendidikan

Otje dilahirkan pada tanggal 18 Mei 1927 di Sumedang.[1] Otje merupakan anak dari dr. Djundjunan Setiakusumah, seorang dokter dan politikus dari Partai Kebangsaan Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Pasundan.[2] Otje mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Teknik pada masa Hindia Belanda.[3]

Karier militer

Pada masa penjajahan Jepang, Otje menjadi anggota organisasi paramiliter Peta (Pembela Tanah Air) dan mengikuti pendidikan perwira PETA.[3] Sesudah penjajahan Jepang, Otje bergabung dengan tentara Indonesia dan menjadi komandan seksi pada Divisi Siliwangi. Pasukan pimpinannya sempat terlibat dalam pertempuran sengit melawan pasukan khusus Belanda pada bulan April 1949.[4] Otje lalu ditempatkan menjadi komandan kompi pada Batalyon Infanteri 312 setelah bertugas sebagai komandan seksi.[3]

Usai pengakuan kedaulatan pada tahun 1950, Otje terus bertugas di angkatan darat. Pada bulan Juli 1959, Otje yang berpangkat kapten melakukan kunjungan muhibah ke Malaysia bersama sejumlah perwira tinggi lainnya. Otje bersama dengan anggota delegasi lainnya meninjau satuan-satuan militer tentara Malaysia.[5] Pada masa ini, Otje juga menjalani pendidikan perang hutan di Singapura.[3]

Otje bertugas di Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Siliwangi pada tahun 1960an. Ia ditempatkan menjadi Komandan Distrik Militer Purwakarta[3] dan Komandan Distrik Militer Subang dari tahun 1964 hingga 1965.[4] Otje kemudian dipindahkan ke Brigade Infanteri 13/Galuh dari tanggal 13 April 1970 hingga 19 Januari 1971.[6] Ia sempat dikaryakan sebagai Wali kota Bandung dari tanggal 11 Januari 1971[7] hingga 19 Januari 1976.[8] Dalam masa kepemimpinannya, Kolam Renang Tirtalega mulai dibangun pada tahun 1972 dengan menempati lahan seluas 1,65 hektar. Ia kemduian kembali lagi bertugas di militer sebagai Asisten V/Territorial Kepala Staf Daerah Militer Siliwangi.[9]

Setelah bertugas sebagai asisten, Otje dipindahkan ke Komando Resort Militer (Korem) 062/Tarumanegara untuk menjabat sebagai komandan korem tersebut pada tanggal 18 Februari 1978[10] hingga 1980.[11] Setelah itu, ia kembali bertugas di Kodam Siliwangi sebagai Kepala Staf Garnisun Bandung hingga pensiun dari kemiliteran pada tahun 1982.[12]

Wafat

Otje wafat akibat serangan jantung mendadak ketika sedang dalam perjalanan dari Sumedang ke Bandung pada siang hari tanggal 11 April 1986.[12] Majalah Mimbar Kekaryaan menyebutkan desa Buahdua, Sumedang, sebagai lokasi meninggalnya Otje.[13]

Referensi

  1. ↑ Achmar, Uyung (18 Januari 2018). "Pusara di Cikutra". Komunitas Aleut. Diakses tanggal 10 Januari 2023.
  2. ↑ Padmadinata, Tjetje Hidajat; Sumarsono, Tatang (2006). Setengah abad perlawanan, 1955-2005: memoar Tjetje H. Padmadinata. Hikayat Dunia. hlm. 363. ISBN 978-979-99486-4-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 4 5 Arief, Sritua (1977). Who's who in Indonesian Military (dalam bahasa Inggris). Sritua Arief Associates. hlm. 301–302.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Dinas Sejarah Kodam VI/Siliwangi (1979). Siliwangi Dari Masa ke Masa. Angkasa. hlm. 200, 525.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ "RI Army men tours Malaya". Singapore Standard. 23 Juli 1959. hlm. 5. Diakses tanggal 7 Januari 2022.
  6. ↑ "Nama Pejabat". Brigif 13/Galuh. 19 Januari 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-11-12. Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
  7. ↑ "Foto: Pelantikan Otje Abdullah Ahnad Djundjunan Setiakusumah sebagai wali kota kotamadya Bandung". Kompas. 13 Januari 1971. hlm. 1. Diakses tanggal 7 Januari 2022.
  8. ↑ "Utju Djunaidi Wali kota Baru Bandung". Kompas. 20 Januari 1976. hlm. 1. Diakses tanggal 7 Januari 2022.
  9. ↑ Esa Hilang Dua Terbilang: Album Kenangan Kodam VI/Siliwangi 1946-1977. Kodam VI/Siliwangi. 1977. hlm. 58.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ "Kol. Otje Djunjungan Danrem 062 Garut". Kompas. 22 Februari 1978. hlm. 12. Diakses tanggal 7 Januari 2022.
  11. ↑ Album Kenangan Perjuangan Siliwangi. Badan Pembina Corps Siliwangi Jakarta Raya. 1991. hlm. 704.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. 1 2 "Otje Djundjunan meninggal dunia". Kompas. 12 April 1986. hlm. 8. Diakses tanggal 7 Januari 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Kassospol ABRI Beserta Jajarannya dan Seluruh Karyawan ABRI Pusat dan Daerah Mengucapkan Duka Cita yang Sedalam Dalamnya atas Meninggalnya:". Mimbar Kekaryaan. No. 184. April 1986. hlm. 73. Diakses tanggal 7 Januari 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Era Hindia Belanda
Lambang Kota Bandung
Era Jepang
Era Kemerdekaan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan