Sabtu, 07 November 2026
15:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Osteoderm

Osteoderm

Bagikan:
250px-Gila_fg01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto jarak dekat kulit heloderma, menunjukkan osteodermnya

Osteoderm adalah deposit bertulang yang membentuk sisik, plat, atau struktur lainnya yang terletak di dermis. Osteoderm ditemukan di banyak kelompok reptil dan amfibi hidup maupun punah, termasuk kadal, buaya, katak, temnospondyli (sejenis amfibi punah), beragam kelompok dinosaurus (terkhususnya ankylosauria dan stegosauria), phytosaurus, aetosaurus, placodontia dan hupehsuchia (reptil laut dengan kemungkinan afinitas ichthyosaurus).

Osteoderm jarang ditemukan di mamalia, meski mereka telah dijumpai di banyak xenarthra (armadilo, dan glyptodont serta kungkang darat mylodontid yang telah punah). Osteoderm bertulang berevolusi secara independen pada banyal garis keturunan hewan.[1] Osteoderm pada armadilo diyakini berkembang di jaringan dermal subkutan.[2] Struktur yang beragam ini harusnya dianggap sebagai analogi, bukan sebagai homologi. Dengan demikian, hewan-hewan yang memiliki osteoderm tidak mesti termasuk dalam monofili. Meski begitu, struktur ini merupakan derivat dari skat, yang sering dijumpai pada semua kelas amniota, dan merupakan contoh sesuatu yang dikenal sebagai homologi dalam (deep homology).[3] Pada banyak kasus, osteoderm dapat berfungsi sebagai zirah pelindung.

Osteodem terdiri dari jaringan tulang, dan merupakan derivat dari populasi sel puncak saraf skleroblas pada perkembangan embrio. Sel puncak saraf skleroblas memiliki beberapa karakteristik homolog yang dihubungkan dengan dermis.[4] Populasi sel ini, melalui transisi epitelial-ke-mesenkimal, dianggap berkontribusi pada perkembangan osteoderm.[2]

Referensi

  1. ↑ Hill, R.V. (Desember 2006). "Comparative anatomy and histology of xenarthran osteoderms". Journal of Morphology. 267 (12): 1441–1460. doi:10.1002/jmor.10490. PMID 17103396. S2CID 22294139.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Nasoori, Alireza (2020). "Formation, structure, and function of extra‐skeletal bones in mammals". Biological Reviews. 95 (4): 986–1019. doi:10.1111/brv.12597. PMID 32338826. S2CID 216556342.
  3. ↑ Vickaryous, M.K.; Hall, B.K. (April 2008). "Development of the dermal skeleton in Alligator mississippiensis (Archosauria, Crocodylia) with comments on the homology of osteoderms". Journal of Morphology. 269 (4): 398–422. doi:10.1002/jmor.10575. PMID 17960802. S2CID 5927674.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Vickaryous, Matthew K.; Sire, Jean-Yves (2009-04-01). "The integumentary skeleton of tetrapods: origin, evolution, and development". Journal of Anatomy (dalam bahasa Inggris). 214 (4): 441–464. doi:10.1111/j.1469-7580.2008.01043.x. ISSN 1469-7580. PMC 2736118. PMID 19422424.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan