Senin, 12 Oktober 2026
09:27 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km
Osgiliath

Osgiliath

Bagikan:
250px-Osgiliathwide.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan kota Osgiliath selama perang cincin

Osgiliath adalah salah kota fiktif yang terdapat dalam kisah fiksi fantasi The Lord of the Rings. Nama “Osgiliath” dari bahasa Sindarin berarti “Kubah Bintang-Bintang”, karena terdapat bangunan utama di kota tersebut, yakni kubah raksasa yang menyimpan Palantír. Kota tersebut didirikan oleh Isildur dan Anárion. Osgiliath adalah kota yang terletak di pesisir sungai besar Anduin, sebagai kota pembatas antara Minas Anor/Minas Tirith di sebelah barat dan Minas Ithil/Minas Morgul di sebelah timur. Ketika Minas Anor dipimpin oleh Anárion dan Minas Ithil oleh Isildur, Osgiliath menjadi kota kepemimpinan kedua bersaudara tersebut.

Sejarah

Didirikan oleh Isildur dan Anárion di dekat akhir Zaman Kedua, Osgiliath ditunjuk sebagai ibu kota kerajaan Númenórean selatan di pengasingan, Gondor. Segera setelah pendiriannya, Sauron menyerang dan mengambil Minas Ithil di S.A. 3429 dan kemudian bergerak ke barat. Sementara Isildur mencari bantuan dari utara, Anárion membela kota. Ketika pasukan Aliansi Terakhir tiba dibawah pimpinan Elendil dan Gil-galad yang kemudian mengalahkan Sauron, ancaman terhadap kota lenyap. Setelah itu, selama lebih dari seribu tahun, Osgiliath adalah ibu kota Gondor, serta kota terbesar dan terpentingnya.

Awal kemunduran kota datang pada Tahun 1437. Osgiliath terbakar selama pemberontakan yang disebut “Kin-strife” dengan hilangnya Palantír. Setelah peristiwa tersebut, Osgiliath tidak mengalami perbaikan sempurna. Semenjak Minas Ithil jatuh ke tangan Nazgûl dan menjadi Minas Morgul, Osgiliath menjadi tidak aman dan populasi yang tersisa pergi mengungsi meninggalkan kota pada tahun 2475 ketika para Uruk dari Mordor menduduki Ithilien dan menghancurkan jembatan besar menuju kota. Kota itu hanya tinggal reruntuhan sehingga disebut kota “hantu”. Selama pengepungan inilah batu Osgiliath hilang di Sungai. Wabah Besar pada T.A. 1636 menyebabkan depopulasi lebih lanjut dengan banyak korban, dan mereka yang melarikan diri tidak pernah kembali. Kota mulai runtuh; ibu kota dipindahkan ke Minas Anor yang lebih aman di T.A. 1640.

Selama beberapa ratus tahun berikutnya, Gondor mengalami banyak kekalahan militer di timur Anduin, terutama jatuhnya Minas Ithil di T.A. 2002. Osgiliath menjadi rentan terhadap serangan dan secara luas diyakini berhantu, karena populasinya terus menyusut. Osgiliath akhirnya ditinggalkan oleh penduduk sipil yang tersisa setelah direbut sementara oleh Uruk-hai di T.A. 2475 sampai dibebaskan oleh Steward Boromir.

Selama berabad-abad berikutnya, bagian barat kota yang hancur berada di bawah kendali Gondor, dan kadang-kadang dilengkapi dengan garnisun militer sebagai sarana untuk mempertahankan penyeberangan Anduin. Bagian timur, dengan Ithilien, adalah wilayah yang disengketakan, di bawah kendali Gondor untuk sebagian besar kekuasaan Denethor II, tetapi pada bulan Juni T.A. 3018 kota itu diambil dan diduduki oleh pasukan Sauron dan jembatan terakhirnya jatuh. Serangan ini kemudian dianggap sebagai awal Perang Cincin.

Pada bulan Maret berikutnya, jauh ke dalam Perang, Sauron meluncurkan invasi skala penuh Gondor di barat Anduin, dan meskipun ada pertahanan Rangers di bagian barat kota, Osgiliath dengan cepat jatuh ke pasukan Sauron, tetapi direbut kembali oleh Gondor setelah kekalahan pamungkas Sauron beberapa minggu kemudian.

Setelah Perang, Osgiliath tampaknya dibangun kembali, tetapi tidak pernah menjadi sebesar dulu. Minas Tirith tetap menjadi ibu kota dan kota Raja.

Adaptasi

Osgiliath muncul dalam kisah kedua Trilogi The Lord of The Rings, The Two Towers. Dalam versi film karya Peter Jackson, Faramir mengajak Frodo, Sam, dan Gollum ke Osgiliath dan menyaksikan pertempuran. Adegan ini tidak terdapat di buku.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan