Kamis, 29 Oktober 2026
12:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Osedax japonicus

Bagikan:
Osedax japonicus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. japonicus
Nama binomial
Osedax japonicus
Fujikura, Fujiwara & Kawato, 2006 [1]
Artikel takson sembarang

Osedax japonicus adalah spesies cacing dasar laut yang dapat bertahan hidup dengan mengakar di tulang paus yang sudah mati. Cacing ini pertama kali dideskripsikan pada tahn 2006 dari bangkai paus sperma yang ada di dasar laut yang terletak tidak jauh dari Kyushu, Jepang. Bangkai tersebut ditemukan di kedalaman 200 m.[2]

Seperti cacing dari genus Osedax lainnya, cacing ini tidak memiliki sistem pencernaan, sehingga mereka bergantung pada bakteri yang mengolah protein dan lipid di dalam tulang menjadi nutrien yang dapat diserap oleh cacing ini.[2] Cacing yang mengakar di tulang itu sendiri adalah cacing betina, dan di ujung cacing betina terdapat sesuatu yang terlihat seperti "dedaunan" yang sebenarnya berfungsi sebagai insang.

Referensi

  1. ↑ Read, Geoffrey (2008). "Osedax japonicus Fujikura, Fujiwara & Kawato, 2006". World Register of Marine Species. Diakses tanggal 2014-02-22.
  2. 1 2 Fujikura, Katsunori; Fujiwara, Yoshihiro; Kawato, Masaru (2006). "A New Species of Osedax (Annelida: Siboglinidae) Associated with Whale Carcasses off Kyushu, Japan". Zoological Science. 23 (8): 733–740. doi:10.2108/zsj.23.733.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan