Selasa, 03 November 2026
19:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Osa Maliki

Osa Maliki

politikus Indonesia (1907–1969)

Bagikan:
Osa Maliki
Official portrait of Osa
Potret resmi, 1956
Ketua Partai Nasional Indonesia
Masa jabatan
27 April 1966 –15 September 1969
PendahuluAli Sastroamidjojo
PenggantiHardi (penjabat)
Kantor legislatif
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
20 Juni 1966 –15 September 1969
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
24 Maret 1956 –9 Februari 1968
Informasi pribadi
Lahir(1907-12-30)30 Desember 1907
Meninggal15 September 1969(1969-09-15) (umur 61)
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
MakamTaman Makam Pahlawan Cikutra
Partai politik

Osa Maliki Wangsadinata (30 Desember 1907 – 15 September 1969[1]) adalah pejuang Indonesia pada masa revolusi. Lahir dan besar di lingkungan keluarga pengurus mesjid dan mengenyam pendidikan di Taman Siswa hingga kemudian menjadi pengajar dan aktif di berbagai organisasi pergerakan.[2]

Karier Pergerakan dan Politik

Awal Mula Pergerakan

Pada mulanya, Ia menjadi anggota Sarekat Islam juga Pemuda Indonesia yang beraliran kiri. Osa terlibat dalam pemberontakan Partai Komunis Indonesia tahun 1926 melawan Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda sehingga ia dipenjara selama empat tahun hingga kemudian diasingkan ke Boven Digul. Di era pendudukan Jepang, dia mengepalai Seksi Propaganda Djakarta Hokokai dan juga dipenjara selama empat bulan oleh Kempeitai. Selanjutnya menjadi anggota Barisan Pelopor Istimewa.[1][2]

Masa Setelah Indonesia Merdeka

Kemudian, ia semakin dikenal sebagai salah satu anggota Partai Nasional Indonesia (PNI).[3] Selain itu, ia juga menjadi ketua Panitia Peneliti Ajaran Pemimpin Besar Revolusi bentukan MPRS. Ia juga pernah memiliki rumah di Jalan Cendana 37 yang berdekatan dengan kediaman pribadi milik Soeharto.[4] Ketika terjadi konflik politik di Indonesia pada tahun 1960-an, ia menjadi salah satu Ketua PNI bersama Sekretaris Jenderal PNI Usep Ranawidjaja yang kemudian hari disebut sebagai PNI Osa-Usep.[5][6][7][8]

Ia dilantik menjadi anggota DPRGR pada tanggal 25 Juni 1960 dan sempat menjadi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Ia diberhentikan dengan hormat pada tanggal 9 Februari 1968, dan kursinya di DPRGR digantikan oleh Dudy Singadilaga.

Kematian dan pemakaman

Pada malam tanggal 14 September 1969, Osa diundang untuk memberikan pidato pada pembukaan Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ke-5 di Salatiga, Jawa Tengah. Saat memberikan pidato, ia mengalami serangan jantung dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Salatiga. Kondisinya sedikit membaik, sebelum kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi di Semarang. Di sana, ia dirawat hingga meninggal dunia pada sekitar pukul 15.00 WIB pada 15 September.[9] Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.[10]

Rujukan

  • Anderson, Ben. (2005). Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946. Equinox Publishing PTE LTD. United State of America.
  • Crouch, Harold. (2007). The Army and Politics in Indonesia. Equinox Publishing PTE LTD. United State of America.
  • Sophiaan, Manai. (2008). Kehormatan Bagi yang Berhak: Bung Karno Tidak Terlibat G30S/PKI. Visamedia. Jakarta, Indonesia

Referensi

  1. 1 2 "GELAR PAHLAWAN NASIONAL UNTUK WR SUPRATMAN & NJAI A. DAHLAN - Soeharto". Soeharto. 2016-12-17. Diakses tanggal 2018-02-06.
  2. 1 2 "Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946.". Equinox Publishing PTE LTD. 2005. Diakses tanggal 2 Agustus 2015.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  3. ↑ "Di Balik Nama Osamaliki, Jalan di Salatiga Penghubung Semarang-Solo - Tribun Jateng". Tribun Jateng. 2018-01-02. Diakses tanggal 2018-07-20.
  4. ↑ Negara (Indonesia), Lembaga Administrasi (1960). Almanak organisasi negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara.
  5. ↑ "Osa Maliki | SOCIO-POLITICA". socio-politica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-20.
  6. ↑ "PENDJELASAN DPP-PNI TENTANG HUBUNGAN PNI DENGAN PEL. NAWAKSARA - Soeharto". Soeharto. 2016-09-28. Diakses tanggal 2018-07-20.
  7. ↑ 1915-, Sophiaan, Manai, (2008). Kehormatan bagi yang berhak : Bung Karno tidak terlibat G30S/PKI (Edisi Cet. 2). Jakarta: Visamedia. ISBN 9789791043908. OCLC 465161464.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  8. ↑ Taufiq,, Tanasaldy, (2012-1). Regime Change and Ethnic Politics in Indonesia : Dayak Politics of West Kalimantan. Leiden: BRILL. ISBN 9789067183895. OCLC 871838972.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  9. ↑ Suara Merdeka (16 September 1969). "Wakil Ketua MPRS Osa Maliki Meninggal Dunia Di Semarang" [Deputy Chairperson of MPRS Osa Maliki Dies in Semarang]. Semarang: Suara Merdeka. hlm. 1. Diakses tanggal 7 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Kompas (17 September 1969). "Djenazah Osa Maliki Dikebumikan Di Taman Pahlawan Tjikutra" [Osa Maliki's Body Buried in Cikutra Heroes Cemetery]. www.kompasdata.id. Jakarta: Kompas. hlm. 1. Diakses tanggal 7 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan