Selasa, 20 Oktober 2026
03:33 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Orion (wahana antariksa)

Orion (wahana antariksa)

wahana antariksa milik Amerika Serikat

Bagikan:
Wahana antariksa berawak untuk program ArtemisTemplat:SHORTDESC:Wahana antariksa berawak untuk program Artemis
Orion
NASA's Orion spacecraft undergoing final tests
Wahana antariksa Orion untuk misi Artemis 1, dipotret pada bulan Februari 2020
Produsen
OperatorNASA[1]
AplikasiPenjelajahan antariksa berawak di luar LEO[2]
Spesifikasi
Tipe wahana antariksaBerawak
Usia pakai21.1 hari[3]
Massa luncur
  • CM: 22.900 pon (10.400 kg)
  • ESM: 34.085 pon (15.461 kg)
  • Total (dengan LAS): 73.735 pon (33.446 kg)
  • Massa untuk penerbangan ke Bulan: 58.467 pon (26.520 kg)
Massa kering
  • CM: massa pendaratan sebesar 20.500 pon (9.300 kg)
  • ESM: 13.635 pon (6.185 kg)
Kapasitas muatanMuatan kembali bermassa 220 pon (100 kg)
Kapasitas awak2–6[4]
Volume
  • Bertekanan: 6.906 cu ft (196 m3)[5]
  • Dapat dihuni manusia: 316 cu ft (9 m3)
Tenaga listrikMatahari
RegimeOrbit transfer Bulan, orbit Bulan
Dimensions
Panjang10 kaki 10 inci (3,30 m)
Diameter16 kaki 6 inci (5,03 m)
Produksi
StatusMasih diproduksi
Selesai dibuat4
Dipesan6-12 (+3 kendaraan dipesan sebelum tahun 2019) [6]
Diluncurkan1
Peluncuran pertama5 Desember 2014
Wahana antariksa terkait
Pendahulu
250px-Orion_Triangle_Patch.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Orion Multi-Purpose Crew Vehicle (MPCV) adalah sebuah wahana antariksa berawak yang saat ini tengah dikembangkan dan dibangun untuk Program Artemis NASA.[7] Wahana ini akan melayani misi di luar orbit Bumi rendah (LEO), termasuk misi berawak ke Bulan, asteroid dan Mars. Orion rencananya akan diluncurkan menggunakan roket Space Launch System. Setiap wahana antariksa Orion dibuat untuk dapat membawa 2-6 awak astronaut.

Pengembangan Orion MPCV diumumkan oleh NASA pada tanggal 24 Mei 2011. Orion MPCV memiliki 2 Modul utama, Crew Module yang dibangun oleh Lockheed, dan European Service Module yang dibangun oleh Airbus Defense and Space.

Uji terbang pertama MPCV (tanpa awak) dikenal dengan nama Exploration Flight Test-1 (EFT-1) dilakukan dengan roket Delta IV Heavy pada 5 Desember 2014. Durasi penerbangan dalam uji coba ini adalah 4 jam 24 menit dan MPCV mendarat sesuai target di Samudera Pasifik pada 10.29 waktu setempat (tertunda dari hari sebelumnya karena cuaca dan masalah teknis).

Referensi

  1. ↑ "Preliminary Report Regarding NASA's Space Launch System and Multi-Purpose Crew Vehicle" (PDF). NASA. Januari 2011. Diakses tanggal 25 Mei 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "NASA Authorization Act of 2010". Thomas.loc.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-19. Diakses tanggal 20 November 20 2010. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. ↑ Bergin, Chris (Juli 10, 2012). "NASA ESD set key Orion requirement based on Lunar missions". NASASpaceFlight.com. Diakses tanggal Juli 23, 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Moskowitz, Clara (November 2014). "Deep Space or Bust". Scientific American. 311 (6): 20. Bibcode:2014SciAm.311f..20M. doi:10.1038/scientificamerican1214-20.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Orion Quick facts" (PDF). NASA. Agustus 4, 2014. Diakses tanggal 29 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "NASA Commits to Long-term Artemis Missions with Orion Production Contract". NASA. NASA. Diakses tanggal 18 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ http://www.esa.int/Our_Activities/Human_Spaceflight/Research/ESA_workhorse_to_power_NASA_s_Orion_spacecraft

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Orion (spacecraft).
Ikon rintisan

Artikel bertopik wahana antariksa atau satelit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan