Minggu, 04 Oktober 2026
19:20 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Orange pekoe

Orange pekoe

kelas daun teh

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Opgestapelde_theekisten_klaar_voor_transport_theefabriek_Tjigolek_Java._TMnr_60007665.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Orange pekoe adalah salah satu klasifikasi teh hitam berdasarkan asal daunnya. Untuk dapat diklasifikasikan sebagai pekoe, teh harus diambil dari bagian tanaman yang baru tumbuh. Bagian tanaman yang baru tumbuh ini terdiri dari kuncup bunga yang dipetik beserta dua daun yang paling muda. (Daun teh pada bagian yang lain menghasilkan teh dengan kualitas lebih rendah.) Kesalahan konsep yang sering terjadi adalah bahwa Orange Pekoe dianggap sebagai salah satu tipe teh dengan aroma jeruk, atau selalu dihubungkan dengan buah jeruk. Pada kenyataannya, Orange Pekoe tidak ada hubungannya sama sekali dengan aroma teh tersebut. Teh pertama kali diimpor ke Eropa oleh Dutch East India Company pada tahun 1610 (teh hijau dari Jepang). Segera sesudahnya, perusahaan ini juga mengimpor teh Tiongkok dan mempromosikannya dengan sukses, yang terbukti dengan tetap bertahannya istilah ‘Orange Pekoe' dalam perdagangan.

Pekoe adalah penyesuaian kata dari Bai Hao (atau Pak-Ho), bahasa Tionghoa untuk pucuk putih, yang digunakan untuk menyebut tunas daun yang tidak tergulung dan tertutup oleh lapisan putih, yang merupakan tanda yang pasti dari daun yang masih muda dan oleh karena itu merupakan teh yang paling enak. Awalnya teh dengan kualitas ini dibawa ke Belanda kemungkinan besar untuk disajikan pada keluarga kerajaan, the House of Orange, dan oleh ahli pemasaran jenius, teh dari jenis Bai Hao ini dipromosikan ke masyarakat Belanda sebagai Orange Pekoe untuk memberikan kesan adanya jaminan kualitas kerajaan.

Ikon rintisan

Artikel bertopik minuman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan