Rabu, 21 Oktober 2026
05:04 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Orang Rakhine

Orang Rakhine

suku bangsa

Bagikan:
Orang Rakhine
ရခိုင်လူမျိုး (Rakhine)
250px-%E1%80%9B%E1%80%81%E1%80%AD%E1%80%AF%E1%80%84%E1%80%BA%E1%80%90%E1%80%AD%E1%80%AF%E1%80%84%E1%80%BA%E1%80%B8%E1%80%9B%E1%80%84%E1%80%BA%E1%80%B8%E1%80%9E%E1%80%AC%E1%80%B8%E1%80%99%E1%80%BB%E1%80%AC%E1%80%B8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gadis-gadis Rakhine dalam festival
Daerah dengan populasi signifikan
 Myanmar2.2 Million (2014)[1]
 India50,000[butuh rujukan][2]
 Bangladesh11,195[3][4]
 Malaysia10,000[5][6]
 United States2,603[7]
Bahasa
Bahasa Rakhine, Bahasa Burma
Agama
20px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Buddha Theravāda

Rakhine (bahasa Birma dan bahasa Rakhine: ရခိုင်လူမျိုး) atau dikenal juga sebagai Arakanese adalah kelompok etnis Asia Tenggara yang berasal dari Myanmar (Burma). Mereka merupakan kelompok mayoritas di wilayah pesisir negara bagian Negara Bagian Rakhine (sebelumnya dikenal sebagai Arakan), meskipun komunitas Rakhine juga terdapat di berbagai wilayah lain di negara tersebut, terutama di Region Ayeyarwady dan Region Yangon. Mereka diperkirakan mencakup sekitar 4,61% atau lebih dari total populasi Myanmar.[8] Komunitas Rakhine juga ditemukan di Chittagong Hill Tracts di Bangladesh dan negara-negara bagian di India Timur Laut.

Kebanyakan orang Rakhine beragama Buddha Theravada. Mereka mengklaim sebagai salah satu dari kelompok pertama yang menjadi pengikut Buddha di Asia Tenggara. Budaya Rakhine mirip dengan budaya Burma, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh budaya India akibat isolasi geografisnya dari daratan utama Burma. Pengaruh India terasa dalam sastra, musik, dan makanan Rakhine.

Bangsa Rakhine menuturkan bahasa Rakhine.

Sejarah

Menurut kronik, kerajaan independen Rakhine pertama didirikan pada tahun 3325 SM oleh Raja Marayu. Nama kerajaan tersebut adalah Dhanyawadi, yang bermakna "diberkati oleh gandum yang melimpah." Buddhisme masuk pada masa hidupnya Gautama Buddha. Menurut kronik Rakhine, Buddha sendiri mengunjungi kota Dhanyawadi pada tahun 554 SM.

Catatan kaki

  1. ↑ "Overviews of Myanmar's diversity" (PDF).
  2. ↑ Actual figures of Rakhine in India is unknown as they are referred and counted as the Marma, Magh or Barua people.
  3. ↑ "Last of Bangladesh's Buddhist Rakhines wage a losing war".
  4. ↑ "Table 1.4 Ethnic Population by Group and Sex" (PDF). Bangladesh Bureau of Statistics. 2021. hlm. 33. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-03-15. Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ CNI. "Rakhine and Chin refugees enter Malaysia more than before". cnimyanmar.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-04-18.
  6. ↑ "Figure At A Glance". UNHCR Malaysia. 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-30. Diakses tanggal 30 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Burmese Population in the USA". The official website of Burmese American Community Institute (dalam bahasa American English). 2023-08-04. Diakses tanggal 2025-04-18.
  8. ↑ "A Brief Overview of the Ethnic Minorities of Burma". Humanitarian Aid Relief Trust (HART UK) (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2021-02-08. Diakses tanggal 2024-12-18.

Bibliografi

  • Charney, Michael W. (1999). 'Where Jambudipa and Islamdom Converged: Religious Change and the Emergence of Buddhist Communalism in Early Modern Arakan, 15th-19th Centuries.' PhD Dissertation, University of Michigan.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  • Charney, Michael W. (1993). 'Arakan, Min Yazagyi, and the Portuguese: The Relationship Between the Growth of Arakanese Imperial Power and Portuguese Mercenaries on the Fringe of Mainland Southeast Asia 1517-1617.' Masters dissertation, Ohio University.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  • Leider, Jacques P. (2004). 'Le Royaume d’Arakan, Birmanie. Son histoire politique entre le début du XVe et la fin du XVIIe siècle,' Paris, EFEO.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  • Loeffner, L. G. (1976). "Historical Phonology of Burmese and Arakanese Finals." Ninth International Conference on Sino-Tibetan Languages and Linguistics, Copenhagen. Oct. 22-24, 1976.


20px-Flag_map_of_Myanmar.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Myanmar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan