Minggu, 18 Oktober 2026
02:03 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Orang Kensiu

Orang Kensiu

suku bangsa di Thailand & Malaysia

Bagikan:
Orang Mani
250px-Image_from_page_620_of_%22Annual_report_of_the_Board_of_Regents_of_the_Smithsonian_Institution%22_%281902%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
300[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Thailand Selatan, Malaysia Barat
Bahasa
Kensiu, Ten'edn,
Thai (bahasa kedua)
Agama
Animisme
Kelompok etnik terkait
Semang
330px-Scottish_geographical_magazine_%281885%29_%2814597445898%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Orang Mani, disebut juga Maniq atau Kensiu di Malaysia adalah satu-satunya suku bangsa Negrito di Thailand. Di Thailand, mereka juga kerap disebut sebagai Sakai (bahasa Thai:ซาไก), sebuah istilah kontroversial yang juga berarti 'budak' atau 'barbar'.[2] Mereka menuturkan bahasa Kensiu dan Ten'edn yang termasuk rumpun bahasa Asli milik keluarga bahasa Mon-Khmer. Mereka memiliki bahasa dan budaya tersendiri, tetapi tidak mengenal aksara.[3]

Suku Mani tinggal di selatan Thailand, di Provinsi Yala, Narathiwat, Phatthalung, Trang, dan Satun.[2]

Suku Mani hidup dengan berburu dan meramu. Mereka tinggal di gubuk bambu beratapkan daun pisang. Suku Mani hidup dengan memakan berbagai jenis hewan, sayur-mayur, dan buah-buahan. Mereka mengenakan pakaian sederhana yang terbuat dari bahan alami seperti daun bambu. Mereka juga mengenal berbagai macam tumbuhan obat.[4][5]

Direktorat Jenderal Departemen Perlindungan Hak dan Kebebasan Kementerian Kehakiman Thailand menggolongkan suku Mani menjadi dua kelompok berdasarkan tempat tinggal mereka. Kelompok pertama tinggal di Pegunungan Titiwangsa di Yala dan Narathiwat sedangkan kelompok kedua tinggal di Pegunungan Banthat di Phatthalung, Trang, dan Satun.[2]

Populasi Mani berjumlah sekitar 300 orang.[1]

Para bangsawan di Malaysia dan Thailand kerap memperbudak ras Negrito, dengan menempatkan mereka di pekarangan sebagai koleksi yang mampu mengangkat harga diri tuannya.[6] Pada dasawarsa pertama abad kedua puluh, Raja Thailand Chulalongkorn (Rama V) mengunjungi bagian selatan negaranya dan bertemu dengan orang Maniq. Penghargaan terhadap orang-orang Maniq oleh pihak istana menjadi meningkat setelah seorang anak Maniq yatim piatu diadopsi oleh raja dan diberi nama Khanung, di mana ia dianggap sebagai anak angkat.[7]

Migrasi

Suku Mani tinggal dalam berbagai klan. Jika suatu klan suku Mani hendak pindah ke daerah baru, salah satu dari mereka akan pergi terlebih dahulu untuk membuka jalan dan mencari tempat yang tepat untuk mendirikan kemah. Ketika tempat yang sesuai ditemukan, ia akan kembali ke keluarganya untuk membawa mereka ke rumah yang baru.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Thonghom; Weber, George. "36. The Negrito of Thailand; The Mani". Andaman.org. Diarsipkan dari versi asli pada 20 Mei 2013. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Laohong, King-Oua (23 Desember 2017). "Sea gypsies want a chance to settle down". Bangkok Post. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ernst, Gabriel (21 Oktober 2019). ""We try to not be Thai": the everyday resistance of ethnic minorities". New Mandala. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Maniq Tribe, Thailand - Tripreport". 28 Juli 2019. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Mani Ethnic Group". Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Barbara Watson Andaya & Leonard Y Andaya (2016). A History of Malaysia. Macmillan International Higher Education. hlm. 168–169. ISBN 978-11-376-0515-3.
  7. ↑ Woodhouse, Leslie (Musim semi 2012). "Concubines with Cameras: Royal Siamese Consorts Picturing Femininity and Ethnic Difference in Early 20th Century Siam". Women's Camera Work: Asia. 2 (2). Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Primal Survivor: Season 5, episode 1
Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan