Jumat, 09 Oktober 2026
23:09 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Orang Wa

Orang Wa

kelompok etnik

Bagikan:
Wa
(Va, Ava, Parauk, Ba rāog)
佤族
250px-Wa_villagers_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua wanita Wa mengenakan pakaian tradisional
Jumlah populasi
sekitar 1,2 juta
Daerah dengan populasi signifikan
800.000
400.000
10.000
Bahasa
Wa
bahasa kedua:
Agama
Animisme
Buddhisme[1]
Kristen

Suku atau orang Wa atau sering juga ditulis Va (Wa: Vāx; bahasa Burma:ဝလူမျိုး, [wa̰lùmjóʊ]; Hanzi:佤族; Pinyin:Wǎzú; bahasa Thai:ว้า), adalah kelompok etnis Asia Tenggara yang hidup terutama di Myanmar Utara, di utara Negara Bagian Shan dan di timur Negara Bagian Kachin, dekat dan di sepanjang perbatasan Tiongkok–Myanmar, serta ada juga di provinsi Yunnan, Tiongkok.

Secara historis, Wa telah lama mendiami Negara Wa, wilayah yang mereka klaim sebagai tanah leluhur mereka sejak dahulu kala, berupa daerah pegunungan yang terjal, terletak di antara Mekong dan Sungai Salween serta dialiri oleh sungai Nam Hka. Suku Wa secara tradisional mempraktikkan pertanian subsisten dengan menanam beras, kacang polong, kacang-kacangan, popi dan kacang kenari. Mereka membiakkan kerbau, yang mereka gunakan terutama untuk kurban.[2] Secara umum, adat tradisional serta gaya hidup Wa, sangat mirip dengan suku Naga yang ada di sebelah barat laut.[3]

Orang Wa banyak yang menganut animisme dan sebagian kecil beragama Buddha atau Kristen. Wa pernah disebut "Wild Wa" oleh Britania karena tradisi pemburuan kepala mereka.[4]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan