Rabu, 28 Oktober 2026
18:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Orang Punik

Orang Punik

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang orang Punik. Untuk bahasa Punik, lihat Bahasa Punik. Untuk peradaban, lihat Kartago Kuno.
250px-Terracota_orante_p%C3%BAnica_Ibiza_%28M.A.N.%29_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung orang Punik sedang berdoa, sekitar abad ke-3 SM

Punik atau Kartago adalah sekumpulan suku bangsa di Mediterania Barat yang berlatar belakang belasteran Berber dan Fenisia. Mereka meliputi para penduduk Kartago Kuno (sekarang Tunis), serta orang-orang yang memiliki pemukiman dengan pemimpin Kartago lainnya di Afrika Utara, barat Sisilia, selatan Sardinia, Malta, Ebusus, dan selatan Spanyol. Bahasa mereka, Punik, adalah sebuah dialek bahasa Foenisia.[1]

Catatan

  1. ↑ Christopher S. Mackay (2004). Ancient Rome: A Military and Political History. Cambridge University Press. hlm. 61. ISBN 978-0-521-80918-4.

Referensi

  • B. H. Warmington, Carthage (2d ed. 1969)
  • Dridi, Hédi (2019). "Early Carthage: from its foundation to the battle of Himera (ca. 814–480 bce)". Dalam Doak, Brian R.; López-Ruiz, Carolina (ed.). The Oxford Handbook of the Phoenician and Punic Mediterranean. Oxford University Press. hlm. 141–152. ISBN 9780190499341.
  • T. A. Dorey and D. R. Dudley, Rome against Carthage (1971)
  • N. Davis, Carthage and Her Remains (1985).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan