Senin, 12 Oktober 2026
07:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Orang Lidia

kelompok etnik kuno

Bagikan:

Orang Lidia adalah kelompok etnik yang menghuni Lidia, daerah di Anatolia barat. Mereka menuturkan bahasa Lidia, yang termasuk bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa cabang Anatolia.

Hanya sedikit yang diketahui mengenai asal-usul mereka, seperti diperlihatkan oleh bahasa mereka, dan masih menjadi perdebatan para sejarawan dan arkeolog.[1] Kebudayaan Lidia bertahan, barangkali, sampai setidaknya tidak lama sebelum era Masehi. Kebudayaan Lidia dicatat oleh Strabo di Kibyra di Anatolia barat daya pada zamannya (abad pertama SM).

Catatan kaki

  1. ↑ Ivo Hajnal. "Lydian: Late Hittite or Neo-Luwian?" (PDF). Institut für Sprachen und Literaturen, Universität Innsbruck. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2011-05-31. Diakses tanggal 2011-08-04.; M. Giorgieri, M. Salvini, M.C. Tremouille, P. Vannicelli (1999). Licia e Lidia prima dell’Ellenizzazione. Consiglio Nazionale delle Ricerce, Rome.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai People of Lydia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan