Minggu, 01 November 2026
05:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Orang Kuronia

Orang Kuronia

puak Baltik Barat

Bagikan:
250px-OldCourland.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah penduduk orang Kuronia pada awal abad ke-13.

Orang Kuronia (bahasa Latvia:kurši; bahasa Lituania:kuršiai; bahasa Jerman:Kuren; bahasa Nordik Kuno:Kúrir; bahasa Slavia Timur Kuno:кърсь) adalah puak Baltik[1] yang diketahui pernah hidup di pesisir Laut Baltik (sekarang bagian dari Latvia barat dan Lituania barat) pada abad ke-5 hingga ke-16 Masehi, setelah itu terasimilasi dengan puak-puak Baltik lainnya. Mereka menjadi asal-usul dari nama daerah Kuronia, dan mereka pernah menuturkan bahasa Kuronia. Daerah Kuronia akhirnya ditaklukan oleh Ordo Livonia pada tahun 1266, sehingga mereka terasimilasi menjadi penduduk Lituania dan Latvia.

Asal

Asal-usul orang Kuronia pernah diperdebatkan pada masa lalu. Beberapa peneliti menggolongkan orang Kuronia sebagai anggota penutur rumpun bahasa Baltik Timur.[2] Namun, yang lain berpendapat bahwa bahasa Kuronia berkaitan dengan bahasa Prusia Kuno yang merupakan anggota penutur rumpun bahasa Baltik Barat.[3]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Matthews, W. K. "Nationality and Language in the East Baltic Area", American Slavic and East European Review, Vol. 6, No. 1/2 (May, 1947), pp. 62-78
  2. ↑ Östen Dahl (ed.) 2001, The Circum-Baltic Languages: Typology and Contact, vol. 1
  3. ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-10. Diakses tanggal 2012-01-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)

Daftar pustaka

  • Žulkus V. Kuršiai Baltijos jūros erdvėje (Orang Kuronia di wilayah laut Baltik). Vilnius: Versus Aureus, 2004. 254 p. ISBN9955-601-08-6.
  • Nikitenka D. Pilsoto žemės pilys (Kastil di tanah Pilsotas). Klaipėda: Mažosios Lietuvos istorijos muziejus, 2018. 23 p. ISBN978-9986-31-505-6

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan