Selasa, 22 September 2026
03:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Opone

kota pelabuhan kuno di pesisir Afrika bagian timur (kini bagian dari Somalia)

Opone (bahasa Yunani Kuno:Ὀπώνη), atau juga disebut Opone Emporion (Ὀπώνη ἐμπόριον), adalah pelabuhan laut dan emporion yang sekarang merupakan bagian dari Somalia. Pelabuhan ini terutama dikenal karena perdagangannya dengan Mesir Kuno, Persia Kuno Yunani Kuno, Romawi Kuno, dan India Kuno.[1][2] Pelabuhan bersejarah ini telah diidentifikasi dengan kota Hafun melalui sisa-sisa kepurbakalaan.[3] Ada kemungkinan bahwa pelabuhan ini sesuai dengan negeri Punt seperti yang dikenal oleh orang Mesir kuno selama masa kerajaan lama, pertengahan, dan baru.[4][5][6]

Sejarah dan perdagangan

Opone, bersama negara-kota lainnya seperti Aualites, Malao, dan Mosylon, muncul bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Makrobioi.[7][8][9]

Temuan tembikar di pusara Opone berasal dari Yunani Mikenai yang berkembang antara abad ke-16 hingga ke-11 SM.[10] Peradaban Opone berkembang pada abad ke-1 SM dan abad ke-3 M hingga ke-5 M.[11] Opone disebutkan oleh seorang saudagar Yunani yang tidak diketahui namanya dalam panduan Perjalanan Laut Eritrea abad ke-1 M. Kota ini ditampilkan dalam entri ketiga belas catatan kuno tersebut, yang sebagian menyatakan:

Kemudian, setelah berlayar sejauh empat ratus stadion di sepanjang belimbeng, yang ke arahnya arus juga menarikmu, ada kota pasar lain bernama Opone, tempat barang-barang yang sama diimpor seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dan di sana, kulit kayu manis dalam jumlah terbesar (arebo dan moto), diproduksi, dan tempurung kura-kura dalam jumlah besar, yang lebih baik daripada yang ditemukan di tempat lain.

Opone berfungsi sebagai pelabuhan persinggahan bagi para pedagang dari Fenisia, Mesir, Yunani, Persia, Yaman, Nabath, Azania, Romawi, dan tempat lainnya,[12] karena terletak di tempat strategis di sepanjang jalur pesisir dari pusat perdagangan Mukha di Azania ke Laut Merah. Pedagang dari tempat yang jauh seperti Indonesia melewati kota ini, menukar rempah-rempah, sutra, dan barang-barang lainnya, sebelum berangkat ke selatan menuju Azania atau ke utara menuju Yaman atau Mesir melalui jalur perdagangan yang membentang di sepanjang tepi Samudra Hindia. Sejak tahun 50 M, kota ini sudah terkenal sebagai pusat perdagangan kulit kayu manis, bersama dengan barter cengkih dan rempah-rempah lainnya, gading, jangat langka, dan dupa.

Sisa-sisa purbakala

Temuan tembikar Mesir Kuno, Yunani-Romawi, dan Persia telah ditemukan di situs tersebut oleh kelompok kepurbakalaan dari Universitas Michigan. Pada dasawarsa 1970-an, Neville Chittick, arkeolog berkebangsaan Britania, memulai ekspedisi Britania-Somalia di mana dia dan rekan-rekannya dari Somalia menemukan sisa-sisa tembok batu kering kuno, rumah-rumah dengan halaman, dan tempat pelabuhan kuno.

Letak pada peta Perjalanan Laut Eritrea

Berikut di bawah ini merupakan peta Perjalanan Laut Eritrea. Opone terletak di pesisir timur Afrika, kini bagian dari Hafun, Somalia.

langid-960px-Periplous_of_the_Erythraean_Sea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Perjalanan Laut Eritrea. Opone terletak di pesisir timur Afrika.

Rujukan

  1. Buch, Maganlal Amritlal (1924). Economic Life in Ancient India: A Systematic Survey (dalam bahasa Inggris). hlm. 249.
  2. Valdron, D. G. (2017). Dawn of Cthulhu: Strange Realities, Volume 1 (dalam bahasa Inggris). Fossil Cove Press. hlm. 17–18. ISBN 978-0-9879061-5-1.
  3. Shaw, Ian; Jameson, Robert (2008-04-15). A Dictionary of Archaeology (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. ISBN 978-0-470-75196-1.
  4. "Punt". Ancient History Encyclopedia. Diakses tanggal 2017-11-27.
  5. Flückiger, Friedrich August; Hanbury, Daniel (2014-03-20). Pharmacographia. Cambridge University Press. hlm. 136. ISBN 9781108069304.
  6. Wood, Michael (2005). In Search of Myths & Heroes: Exploring Four Epic Legends of the World. University of California Press. hlm. 155. ISBN 9780520247246. opone punt.
  7. The Chautauquan: organ of the Chautauqua Literary and Scientific Circle (dalam bahasa Inggris). Chautauqua Press. 1881. hlm. 107.
  8. Ylönen, Aleksi (2024-01-25). The Horn Engaging the Gulf: Economic Diplomacy and Statecraft in Regional Relations (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Academic. hlm. 111. ISBN 978-0-7556-3515-3.
  9. Josephus, Flavius (1794). The Whole Genuine and Complete Works of Flavius Josephus ... (dalam bahasa Inggris). William Durell. hlm. 687.
  10. An Archaeological Reconnaissance of the Horn: The British-Somali Expedition 1975, Neville Chittick pg 133
  11. Shaw, Ian; Robert Jameson (2002). A Dictionary of Archaeology. Wiley. hlm. 264. ISBN 978-0-631-23583-5. Diakses tanggal 25 September 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. "Steam Workshop::Gedemo Opone City-State". steamcommunity.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan