Rabu, 30 September 2026
13:53 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Ophioglossaceae

Ophioglossaceae

Bagikan:
Ophioglossaceae
250px-Ophioglossum_vulgatum_Saarland_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ophioglossum vulgatum tumbuh di Saarland, Jerman
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Divisi: Polypodiophyta
Kelas: Polypodiopsida
Subkelas: Ophioglossidae
Ordo: Ophioglossales
Famili: Ophioglossaceae
Genera
Artikel takson sembarang

Ophioglossaceae merupakan salah satu suku anggota tumbuhan paku (Pteridophyta). Suku ini merupakan satu-satunya anggota bangsa Ophioglossales yang masih lestari di bumi.

Anggota-anggota suku ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • hanya menghasilkan daun tunggal, bukan daun majemuk (ental) seperti kebanyakan paku-pakuan lain,
  • menghasilkan "eusporangia", bukan "leptosporangia" seperti banyak paku-pakuan sejati lain sehingga paku ini secara evolusi dianggap memisah paling awal dari paku sejati lainnya,
  • daun fertilnya (sporofil) terpisah menjadi dua bagian: sporofor (sporophora), yang membawa sporangia dengan bentuk memanjang/sempit, dan trofofor (trophophora), yang bentuknya serupa dengan daun steril (trofofil),
  • gametofitnya hidup di bawah permukaan tanah (subterraneous) dan bersimbiosis dengan cendawan tanah (sehingga bersifat mycoheterotrophic).

Secara tradisional, suku ini menghimpun tiga marga: Ophioglossum, Helminthostachys, dan Botrychium. Namun, revisi tengah dilakukan sehingga pada saat ini sebagian anggota Ophioglossum dapat dipisah ke dalam marga Ophioderma agar Cheiroglossa tergabung ke dalamnya. Selain itu, sebagian anggota Botrychium dipisahkan pula ke dalam Botrypus dan Sceptridium. Lebih jauh lagi, ditemukan spesies terisolasi di satu pulau di Korea, yaitu Mankyua.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan