Senin, 28 September 2026
00:15 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Operasi Naga

Konflik Papua Bagian Barat
Tanggal19 Desember 1961 - 15 Agustus 1962 (7 bulan, 3 minggu dan 6 hari)
Lokasi
Hasil
  • Memecah konsentrasi pasukan Belanda di Biak[1]
Pihak terlibat

 Indonesia

 Uni Soviet[2]

 Belanda

Tokoh dan pemimpin
Jan de Quay
Kekuatan
  • 55 anggota RKAPD
  • 160 anggota Batalyon 530/Brawijaya

2 Kompi lalu 2 Batalyon

  • Koninklijke Mariniers
  • 500 didatangkan dari Biak
Korban jiwa dan kerugian
36 gugur, 20 hilang Tidak diketahui

Operasi Naga merupakan operasi penerjunan 215 personil yang terdiri atas 55 orang RPKAD dan 160 orang anggota Batalyon 530/Brawijaya pada tanggal 23 Juni 1962 di daerah Merauke, menggunakan tiga pesawat C-130 Hercules.[3]

Latar belakang

Operasi ini dilaksanakan atas surat perintah operasi Panglima Mandala (Pangla) no.04/PO/SR/6/1962 tanggal 23 Juni 1962, yang bertujuan memecah belah pertahanan Belanda di garis depan.[4]

Jalannya Operasi

Para penerbang tiga pesawat C-130 Hercules yang terlibat, masing-masing adalah Letkol Udara Slamet dengan Navigator Mayor Udara Gan Sing Lip (Sugandhi), Mayor Udara Najoan dengan Navigator Mayor Udara Hanafi dan Kapten Udara Sukardi dengan Navigator Mayor Udara The Tjing Ho (Stefanus Kristedja).[4]

Operasi dilaksanakan pada 23 Juni 1962 secara fery dengan sandi Gareng Flight, bergerak dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Lanud Iswahjudi, lanjut ke Lanud Sultan Hasanudin, dan berlanjut ke PAU-Pangkalan Angkatan Udara Amahai.

Selain membawa 55 orang RPKAD dan 160 orang anggota Batalyon 530/Brawijaya, dalam operasi ini juga diangkut logistik seberat 8.400 kg.[4][3][5]

Pukul 13.55/Z (GMT) ketiga pesawat C-130 Hercules meninggalkan PAU Amahai dengan ketinggian 20.000 - 25.000 kaki. Sampai di atas pulau Tranggun (Doka Barat) sebagai checkpoint, mereka menyusun formasi dengan melakukan terbang rendah untuk penerjunan pada ketinggian 1.000 kaki di atas permukaan laut. Pukul 17.20 ketiga pesawat C-130 Hercules tiba di sasaran, dan mulai menerjunkan pasukannya. Namun karena operasi ini dilakukan tanpa tahu kondisi medan di sana dan karena suasana masih gelap, maka penerjunan ini menjadi kacau. Sungai yang disangka Sungai Merauke ternyata adalah Sungai Kumbai, di mana kesalahan ini karena operasi ini didasarkan pada peta lama buatan tahun 1937 sebagaimana dinyatakan oleh Benny Moerdani.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Fajardin, Mohammad Atik (2022-10-21). "Belasan Prajurit Kopassus Gugur, Misi Rahasia Operasi Naga di Papua Bocor - Halaman Lengkap". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2023-06-05.
  2. ↑ "Indonesia and the U.S.S.R". The Sydney Morning Herald. 13 Mei 1965. hlm. 2. Diakses tanggal 19 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Saragih 2019, hlm. 67.
  4. 1 2 3 Purbaningsih 2006, hlm. 94 - 95.
  5. ↑ Pour, Julius (1993). Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan. Jakarta: Yayasan Kejuangan Panglima Besar Soedirman. ISBN 9798313038.
  6. ↑ Joko Suyono, Seno; Kalim, Nurdin (2015). Benny Moerdani yang belum terungkap (Edisi 1). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 9789799108296.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Saragih, Maylina (2019). Heroisme PGT Dalam Operasi Serigala. Subdisjarah Dispenau.
  • Purbaningsih, Titiek (2006). Sejarah Angkatan Udara Indonesia 1960-1969 Jilid III. Jakarta: Dispenau. hlm. 94–95.


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan