Jumat, 02 Oktober 2026
18:40 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Operasi Lompatan Panjang

Bagikan:

Operasi Lompatan Panjang (bahasa Jerman:Unternehmen Weitsprung) adalah sebuah dugaan rencana Jerman untuk membunuh Joseph Stalin, Winston Churchill, dan Franklin Roosevelt, "Tiga Besar" pemimpin Sekutu, di Konferensi Teheran 1943 pada Perang Dunia II.[1] Operasi di Iran tersebut dipimpin oleh SS-Obersturmbannführer Otto Skorzeny dari Waffen SS. Sekelompok agen dari Uni Soviet, pimpinan mata-mata Soviet Gevork Vartanian, mengungkap rencana tersebut sebelum pengadaannya dan misi tersebut tak pernah diluncurkan.[2] Rencana pembunuhan tersebut dan pengungkapannya dipopulerisasikan oleh media Rusia dengan penampilan dalam film-film dan novel-novel.

Referensi

  1. ↑ Nikolai Dolgopolov (November 29, 2007). "How 'The Lion And The Bear' Were Saved". Rossiiskaya Gazeta. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-10. Diakses tanggal 2020-12-02.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Gevork Vartanyan". The Telegraph. 11 Januari 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan