Kamis, 24 September 2026
15:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Operasi Paperclip

Operasi Paperclip

"Proyek Paperclip" beralih ke halaman ini. Untuk Proyek Holokaus, lihat Proyek Paper Clips. Untuk kegunaan lainnya, lihat Paper clip (disambiguasi).
500px-Project_Paperclip_Team_at_Fort_Bliss.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Operation Paperclip adalah sebuah program rahasia Joint Intelligence Objectives Agency (JIOA) yang dilaksanakan oleh agen khusus CIC untuk mengumpulkan dan merekrut ilmuwan dan insinyur Jerman yang berjumlah sekitar 1.600 orang yang terjadi antara tahun 1945 dan 1959 oleh Amerika Serikat.[1]

Latar belakang

Setelah berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, Amerika Serikat beserta Uni Soviet sedang gencar-gencarnya mengumpulkan beberapa ilmuwan, teknisi, dan insinyur Nazi Jerman yang bertujuan untuk mengembangkan teknologi baru, membuat senjata baru, dan memperkuat kekuatan militer mereka agar tidak ada yang bisa menandingi kedua negara tersebut. Selain mencari barang-barang peninggalan Jerman, seperti roket terbaru, konstruksi pesawat, dan alat elektronik; pihak Amerika Serikat dan Uni Soviet juga memburu ilmuwan yang telah bekerja untuk memenangkan Jerman. Tidak hanya itu, para teknisi dan perwira intelijen yang berperan sebagai mesin perang Nazi Jerman juga diincar.

Amerika Serikat dalam operasinya yang bernama Operasi Paperclip (sebelumnya Operasi Overcast) mulai mengumpulkan teknisi, ilmuwan, dan insinyur terbaik Nazi Jerman agar tidak jatuh ke tangan Uni Soviet. Bahkan insinyur roket terbaik Nazi Jerman, Wernher von Braun dan rekan se-timnya yang mengerjakan roket V-2 juga direkrut oleh Amerika Serikat. Sebagian yang direkrut oleh Amerika Serikat merupakan mantan petinggi Nazi Jerman.[2]

Operasi

Pihak militer Amerika Serikat berhasil mendapatkan ilmuwan Nazi dan membawanya ke Amerika Serikat. Meski demikian, Amerika Serikat tidak mau gegabah. Para ilmuwan yang berhasil didapatkan, dilitsus (dilakukan penelitian khusus) terlebih dulu, tentang sejauh mana kesetiaan mereka terhadap Amerika Serikat dan kemampuan di bidang masing-masing.

Pihak kementerian perang Amerika Serikat pada awalnya menilai bahwa kebijakan merekrut ilmuwan Nazi Jerman sebagai sebuah "pemborosan". Banyak ilmuwan Nazi Jerman yang kemudian kembali lagi ke negara asalnya. Namun, adanya penemuan piring terbang yang digunakan untuk bertempur, juga senjata sinar laser di pusat militer Jerman, membuat Amerika Serikat berpikir ulang. Akhirnya, kementerian Perang Amerika Serikat memutuskan bahwa NASA dan CIA harus mengendalikan teknologi ini.[3]

Referensi

  1. "Joint Intelligence Objectives Agency". U.S. National Archives and Records Administration. Diakses tanggal Oktober 9, 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Jacobsen, Annie (2014). Operation Paperclip: The Secret Intelligence Program to Bring Nazi Scientists to America. New York: Little, Brown and Company. hlm. Prologue, ix. ISBN 0-316-22105-8.
  3. Dr. Wernher von Braun First Center Director, July 1, 1960 - Jan. 27, 1970. Diarsipkan 2017-01-13 di Wayback Machine. NASA Marshall Space Flight Center History Office. Retrieved December 31, 2017.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Operasi Paperclip.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan