Jumat, 25 September 2026
06:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Operasi Gambit

Operasi Gambit adalah bagian dari Operasi Neptune, fase invasi pendaratan dari utara Prancis (Overlord) selama Perang Dunia Kedua. Langkah pertama melibatkan dua kapal selam kelas X (kapal selam kecil Inggris) menandai ujung invasi pantai Anglo-Canadian. Menggunakan lampu navigasi dan bendera, kapal selam yang menunjukkan batas barat dan timur Sword dan Juno.

X20 dan X23 tiba di posisi pada 4 juni dan karena keterlambatan yang disebabkan oleh cuaca buruk, tetap di posisinya sampai 4:30 a.m. pada tanggal 6 juni (D-Day) ketika mereka muncul, mendirikan alat bantu navigasi, dengan ketinggian 18 ft (5,5 m) tiang teleskopik dengan cahaya bersinar ke arah laut, suar radio dan gema suara, memberikan pesan kepada kapal pemasang ranjau untuk mendekati Sword dan Juno.

Operasi serupa juga ditawarkan kepada pendaratan pasukan Amerika Serikat untuk menandai pantai mereka tapi mereka tolak.

Kapal selam sempat mengalami risiko kerusakan akibat kesalahan penembakan oleh sekutu sendiri dan untuk menghindari hal ini, Letnan George Honour yang merupakan kapten X23 mengibarkan Bendera Putih Inggris ukuran lebih dari biasanya yang digunakan oleh kapal-kapal induk.[1]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Kemp 1996, hlm. 170–172.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan