Kamis, 15 Oktober 2026
02:04 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Afrikaners

kelompok etnis di Afrika bagian selatan, mayoritas keturunan dari para pemukim Belanda

Bagikan:
Afrikaner
Jumlah populasi
Sekitar 3,5 juta[1]
Daerah dengan populasi signifikan
 Afrika Selatan2.710.461 (2011)[2]
 Namibia92.400 (2003)[3]
 Zambia~41.000 (2006)[4]
 Botswana~20.000 (2010)[5]
 Swaziland~13.000 (2006)
 Australia5.079 (2011)[6]
 Selandia Baru1.197 (2013)[7]
 Argentina~400 (1985)[8]
Bahasa
Bahasa ibu
Afrikaans
Bahasa kedua dan ketiga
Agama
Calvinisme (Reformasi Belanda •Reformasi Belanda Afrika •Reformasi •Protestan Afrika •Reformasi Prancis)  •Kepercayaan Protestan lainnya •Katolik Roma •Tidak beragama •Yahudi •
Kelompok etnik terkait

Afrikaner adalah kelompok etnis di Afrika bagian selatan yang merupakan keturunan pemukim-pemukim Belanda yang tiba pada abad ke-17 dan ke-18.[9] Sebelum tahun 1994, mereka mendominasi agrikultur dan politik Afrika Selatan.[10] Afrikaans (yang merupakan bahasa yang paling banyak dituturkan ketiga di Afrika Selatan) merupakan bahasa ibu orang-orang Afrikaner dan sebagian besar kaum "berwarna".[10] Bahasa ini berevolusi dari bahasa Belanda[11][12] di Holandia Selatan dan menyerap kosakata yang dibawa dari Indonesia dan Madagaskar oleh para budak.[13] Menurut sensus nasional Afrika Selatan 2011, kaum Afrikaner mencakup sekitar 5,2% total populasi Afrika Selatan berdasarkan jumlah orang kulit putih yang menuturkan bahasa Afrikaans sebagai bahasa ibu.[2][2]

Budaya

Seni

Musik adalah bentuk seni yang populer di kalangan Afrikaner.

Film musikal Afrikaner berkembang pada tahun 1950-an dan 1960-an, dan telah kembali pada abad ke-21 dengan dua film populer, Liefling dan Pretville, yang menampilkan penyanyi seperti Bobby van Jaarsveld, Steve Hofmeyr, dan Kevin Leo.

Catatan kaki

  1. ↑ "Afrikaners constitute nearly three million out of approximately 53 million inhabitants of the Republic of South Africa, plus as many as half a million in diaspora." Afrikaner – Unrepresented Nations and Peoples Organization. Diakses 24 Agustus 2014.
  2. 1 2 3 "Census 2011: Census in brief". Statistics South Africa. hlm. 26. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal 26 Juni 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Demographics". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 18 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Afrikaans". Ethnologue. 1999-02-19. Diakses tanggal 2014-05-12.
  5. ↑ Chris McIntyre (2010). Botswana: Okavango Delta - Chobe - Northern Kalahari (Edisi 2010). Bradt Travel Guides Ltd. hlm. 37. ISBN 978-1-84162-308-5.
  6. ↑ The People of Australia: Statistics from the 2011 Census – Department of Immigration and Border Protection. hlm. 29, hlm. 55. Diakses 8 Agustus 2014.
  7. ↑ 2013 Census QuickStats about culture and identity Diarsipkan 2014-05-24 di Wayback Machine (Excel file) – Statistics New Zealand. Diakses 8 Agustus 2014.
  8. ↑ ANTON FERREIRA (1985-12-22). "Settlers Fled Political Turmoil in S. Africa : Boers: as Argentine as the Gaucho". Los Angeles Times. Articles.latimes.com. Reuters. Diakses tanggal 2014-05-12.
  9. ↑ Entry: Cape Colony. Encyclopedia Britannica Volume 4 Part 2: Brain to Casting. Encyclopædia Britannica, Inc. 1933. James Louis Garvin, editor.
  10. 1 2 Kaplan, Irving. Area Handbook for the Republic of South Africa (PDF). hlm. 46–771.
  11. ↑ K. Pithouse, C. Mitchell, R. Moletsane, Making Connections: Self-Study & Social Action, p.91
  12. ↑ J. A. Heese (1971). Die herkoms van die Afrikaner, 1657–1867 [The origin of the Afrikaner] (dalam bahasa Afrikaans). Cape Town: A. A. Balkema. OCLC 1821706. OL 5361614M.
  13. ↑ van der Wouden, Ton. Roots of Afrikaans: Selected writings of Hans den Besten. hlm. 210.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan