Jumat, 30 Oktober 2026
02:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mirah kuning

Mirah kuning

Mineral mafik

Bagikan:
Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Olivine ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Olivine ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
Mirah kuning
250px-Peridot2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Umum
KategoriMineral
Rumus kimia(Mg, Fe)2SiO4
Identifikasi
Kekerasan skala Mohs6.5–7

Olivin atau Mirah kuning[1] (sebagai batu mulia disebut juga peridot atau krisolit), adalah mineral magnesium besi silikat dengan rumus (Mg,Fe)2SiO4. Banyak ditemukan di bawah permukaan bumi tetapi lapuk dengan cepat di permukaan bumi.

Rasio magnesium dan besi bervariasi: forsterit (bila Mg dominan) ataupun fayalit (bila Fe dominan). Komposisi olivin umumnya dinyatakan sebagai persentase molar forsterit (Fo) dan fayalit (Fa) (contoh: Fo70Fa30). Forsterit memiliki titik lebur yang sangat tinggi dalam tekanan atmosfer, yaitu mencapai 1900 °C, tetapi fayalit memiliki titik lebur yang lebih rendah (kira-kira 1200 °C). Titik lebur bervariasi antara kedua pembentuknya, sebagaimana sifat-sifat lainnya. Olivin bisa menggabungkan unsur selain oksigen, silikon, magnesium, dan besi; hanya dalam jumlah sedikit. Umumnya mangan dan nikel merupakan unsur tambahan dengan konsentrasi tertinggi.

Olivin menamai sebuah kelompok mineral dengan struktur terkait (kelompok olivin)yang meliputi teproit ((Mn2SiO4)), montiselit (CaMgSiO4) and kirschsteinit (CaFeSiO4).

Identifikasi dan paragenesis

250px-A178%2C_Hawaii%2C_USA%2C_Papakolea_Green_Sand_Beach%2C_handful_of_sand%2C_2007.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasir hijau yang ditemukan di Pantai Papakolea, Hawaii sebenarnya adalah kristal olivin yang telah tererosi dari batu lava.
250px-Peridot_in_basalt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mineral peridotit xenolit dalam batu basalt-kristal hijau terang adalah olivin. Lokasi: San Carlos Indian Reservation, Gila Co., Arizona, USA.
250px-Lunar_Olivine_Basalt_15555_from_Apollo_15_in_National_Museum_of_Natural_History.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu basalt olivin dari bulan yang dikumpulkan oleh Apollo 15.

Olivin dinamai berdasarkan warnanya yang hijau seperti zaitun (dianggap sebagai hasil dari bekas nikel), meskipun bisa juga berubah menjadi kemerahan sebagai hasil dari perkaratan besi.

Olivin dengan sifat tembus cahaya kadang-kadang juga digunakan sebagai batu mulia yang disebut peridot (péridot, kata bahasa Prancis untuk olivin), juga disebut krisolit (dari kata bahasa Yunani χρυσός, "emas" dan λίθος, "batu"). Beberapa batu olivin berkualitas terbaik didapatkan dari lapisan mantel pada bebatuan di pulau Zabargad di Laut Merah.

Olivin terdapat pada batuan beku mafik dan ultramafik dan sebagai mineral dasar dari beberapa batuan metamorf. Olivin yang kaya akan magnesium mengkristal dari magma yang kaya akan magnesium dan rendah silika. Magma itu mengkristal menjadi batuan mafik seperti gabbro dan basalt. Batuan ultramafik seperti peridotit dan dunit bisa jadi merupakan sisa yang tertinggal setelah proses ekstrasi magma, dan secara khas mereka lebih diperkaya pada olivin setelah ekstraksi peleburan parsial. Olivin dan varian struktral bertekanan tinggi lainnya meliputi lebih dari 50% dari mantel atas bumi, dan olivin adalah salah satu mineral yang paling sering dijumpai di Bumi menurut volumenya. Proses metamorfisme dari batuan dolomit tidak murni atau batuan sedimen lain yang kaya magnesium dan kurang silikat juga menghasilkan olivin kaya-Mg atau forsterit.

Olivin kaya-Fe relatif jauh lebih sedikit tetapi terdapat pada batuan beku dalam jumlah kecil pada granit dan riolit langka, dan olivin sangat-kaya Fe bisa berada dengan stabil dalam kuarsa dan tridymite. Sebaliknya, olivin kaya-Mg tidak dapat berada dengan stabil pada mineral silikat karena akan bereaksi membentuk orthopiroksin ((Mg,Fe)2Si2O6).

Olivin kaya-Mg bersifat stabil pada tekanan yang ekuivalen terhadap kedalaman 410 km di dalam tanah. Karena dianggap sebagai mineral paling berlimpah di bagian atas mantel bumi pada kedalaman yang dangkal, sifat-sifat olivin banyak berpengaruh secara dominan pada ilmu reologi pada bagian tersebut dan juga pada aliran padatan yang mengalirkan lempeng tektonik.

Referensi

  1. ↑ "BATU MIRAH KUNING (PERIDOT, OLIVIN, ATAU CHRISOLITE)". RAHASIA BATU MULIA. Diakses tanggal 2024-02-02.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan