Minggu, 18 Oktober 2026
22:45 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Okasionalisme

Okasionalisme

Bagikan:

Okasionalisme adalah paham yang menyatakan bahwa jiwa dan tubuh tidak berinteraksi dalam hubungan kausalitas.[1] Jiwa dan tubuh hanya berhubungan pada saat-saat tertentu, di mana peristiwa tersebut dimungkinkan oleh perantaraan Allah.[2] Okasionalisme berasal dari bahasa Latin occasio yang berarti 'jatuh'.[2]

250px-Nicolas_Malebranche.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nicolas Malebranche, seorang penganut paham okasionalisme

Okasionalisme ini berawal dari pemikiran Descartes yang memisahkan secara ketat antara tubuh dan jiwa (dualisme), di mana keduanya tidak ada hubungan sama sekali.[2] Menurut beberapa ahli, misalnya Malebranche dan Geulincx, setiap kali jiwa setuju dengan tindakan tertentu, Allah menggerakkan tubuh.[1][2] Beberapa pemikir lain yang dapat dikategorikan ke dalam paham ini adalah Johannes Clauberg dan Louis de la Forge.[2] Dengan demikian, menurut para penganut paham ini, hanya Allah sajalah yang sungguh-sungguh melakukan aktivitas dan mengintervensi tindakan manusia secara langsung.[2]

Referensi

  1. 1 2 (Inggris)Albert E. Avey. 1954. Handbook in the History of Philosophy. New York: Barnes & Noble. 289.
  2. 1 2 3 4 5 6 Lorens Bagus. 2000. Kamus Filsafat. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama. 735-737.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan