Kamis, 05 November 2026
07:00 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Oghul Qaimish

Bagikan:

Oghul Qaimish (wafat 1251) adalah istri utama Güyük Khan dan memerintah sebagai wali raja atas Kekaisaran Mongol setelah kematian suaminya pada 1248. Ia adalah keturunan suku Mergid. Namun, H.H. Howorth meyakini bahwa ia adalah orang Oirat.[1]

Biografi

Tahun kelahiran Oghul Qaimish's tidak diketahui tepatnya: seorang sejarahwan Anne Broadbridge memperkirakan, berdasarkan dari tanggal pernikahannya, bahwa dia lahir pada awal tahun 1200-an.[2] Nama pribadinya, dari rumpun bahasa Turkik, yang berarti "[Kami] sedang mencari seorang anak laki-laki", mencerminkan dugaan frustrasi orang tuanya karena tidak memiliki anak laki-laki.[3] Nama itu juga dimiliki oleh salah satu istri kedua Tolui.[4]

Oghul Qaimish lahir dari suku Merkit, yang ditaklukkan pada tahun 1204 oleh Genghis Khan.[5] para Merkit awalnya diiizinkan untuk memakai identitas asli mereka, tapi Genghis menghukum mereka dengan berat setelah mereka memberontak pada tahun 1216: jenderalnya, Subutai, mengalahkan dan membunuh para pemimpin Merkit pada tahun 1218, dan anggota suku yang selamat disebar sebagai budak di antara para pengikut setia Genghis Khan.[6] Anggota keluarga laki-laki Oghul Qaimish kemungkinan besar tidak selamat, sementara kerabat perempuannya tidak akan memberikan koneksi yang berguna dalam masyarakat Mongol.[7]

Pada awal tahun 1220-an, Oghul Qaimish diberikan sebagai istri untuk Güyük yang merupakan putra tertua dari anak ketiga Genghis, Ögedei dan istri utamanya Töregene, yang juga dilahirkan sebagai anggota suku Merkit.[4] Sebagai anggota suku yang terpecah belah dan membawa sedikit koneksi politik ke dalam pernikahan, Oghul Qaimish merupakan pasangan yang kurang cocok secara strategis untuk Güyük: Broadbridge berspekulasi bahwa Töregene mungkin sengaja mengabaikan calon pengantin yang lebih terhormat karena warisan Merkit-nya sendiri.[8] Güyük dan Oghul Qaimish memiliki dua putra bernama Khoja and Naqu, Namun, tidak pasti apakah dia juga melahirkan tiga putri yang dikenal: Elmish, Babaqan/Babaqal, dan satu lagi yang namanya tidak diketahui.[7]

Oghul Qaimish tidak diketahui memiliki pengaruh apapun pada kehidupan politiknya, setelah ayahnya Güyük menjadi khan dari Kekaisaran Mongol tahun 1229.[9] Dari tahun 1235 Güyük menjadi pemimpin dalam invasi kampanye barat melawan Kievan Rus, di mana ia menghina dan menimbulkan permusuhan dari Batu Khan, keturunan tertua Genghis Khan.[10] Setelah kematian Ögedei pada Desember 1241, Töregene mengambil alih kekuasaan atas kekaisaran dan tetap berkuasa selama lima tahun. Pada tahun 1246, Güyük telah mengalahkan pencalonan para penerus potensial lainnya, seperti cucu kesayangan Ögedei, Shiremun, dan ia naik tahta.[4] Pada akhir tahun 1247, ia berangkat ke arah barat dengan pasukan besar, secara resmi bermaksud untuk terus memperluas kekaisaran; namun, beberapa orang menduga bahwa target sebenarnya adalah musuh lamanya, Batu.[11] Kesehatan Güyük memburuk dalam perjalanan dan ia meninggal di Qum-Senggir pada bulan April 1248.[12]

Regensi

Atas saran dari Batu dan saudari ipar Ögedei yang paling berpengaruh Sorghaghtani Beki, Oghul Qaimish mengambil posisi sebagai wali raja dengan dukungan Qadaq, mantan guru Güyük, dan para pejabat Chinqai dan Bala.[13] Dia mengirim utusan untuk mengumumkan kematian khan dan membawa jenazahnya ke tanah miliknya (dekat Tacheng modern) untuk dimakamkan.[14] tidak seperti Töregene, Oghul Qaimish tidak yakin dalam politik—Dia tidak memiliki tujuan politik yang jelas, umumnya mengabaikan administrasi kekaisaran, dan dilaporkan menghabiskan banyak waktu bergaul dengan pada shaman.[15] Kemudian hari dia segera dikalahkan secara telak.[16]

Batu segera mengumumkan bahwa dia akan mengadakan kurultai ('perkumpulan') di tendanya camp dekat Issyk-Kul, Kyrgyzstan modern Ia menjelaskan bahwa penyakit asam uratnya yang parah dan kuda-kudanya yang lemah mencegahnya melakukan perjalanan ke jantung wilayah Mongol. Ini hanyalah dalih untuk memastikan bahwa kurultai akan lebih berpihak kepada penerus pilihannya—putra Sorghaghtani, Möngke.[17] Banyak tokoh Mongol terkemuka, yang marah karena kurultai tidak diadakan di tanah air mereka, mereka tidak hadir—termasuk Oghul Qaimish, yang hanya mengirim Bala sebagai perwakilan.[18]Putra-putranya, Khoja dan Naqu, hanya hadir sebentar sebelum pergi dan digantikan oleh perwakilan mereka sendiri; sejarawan Peter Jackson berteori bahwa Batu menyesatkan mereka dengan jaminan yang menguntungkan.[19] Mereka bertindak secara independen dari ibu mereka, yang memberikan dukungannya kepada Shiremun.[20]

kurultai dimulai pada pertengahan tahun 1250. berbicara atas nama Oghul Qaimish, Bala berpendapat mendukung pencalonan Shiremun tetapi tidak dapat mencegah terpilihnya Möngke.[21] Oghul Qaimish sebagian besar dari non-perwakilannya menolak mengakui pergantian tahta oleh Möngke.[22] Oghul, Khoja, dan Naqu telah mendirikan pengadilan terpisah, mengurangi efektivitas administrasi mereka, karena putusan mereka seringkali saling bertentangan.[19]Sebagai wali penguasa kekaisaran, Oghul Qaimish secara teoritis dapat memanfaatkan sumber daya yang jauh lebih besar daripada para perencana kudeta lainnya, tetapi arus kasnya sangat terbatas karena ia tidak mampu memungut pajak secara efektif.[23] Dia berupaya memperoleh legitimasi politik dengan menafsirkan hadiah dari duta besar Louis IX dari Prancis atas wujud kepatuhan kepadanya sebagai wali raja, tetapi pada akhirnya gagal memperoleh kekuatan simbolis yang cukup untuk mengorganisir kurultai yang layak sebagai oposisi terhadap Sorghaghtani.[24]

setelah Möngke resmi dinobatkan pada kurultai, 1 July 1251, Shiremun dan Naqu merencanakan sebuah kudeta untuk menggulingkan Khan baru. tapi rencana mereka gagal ketika seorang pawang elang menemukan perkemahan tersembunyi mereka dan memberi tahu Möngke.[25]Möngke mencegat dan mengalahkan para calon penyerang dan menuntut agar Oghul Qaimish tunduk kepadanya di depan umum; setelah penolakannya, dia ditangkap dan dibawa ke kamp Sorghaghtani, yang saat itu sedang sakit parah.[19] Di sana, ia dilucuti pakaiannya hingga telanjang dan diduga disiksa dengan dicambuk menggunakan batang kayu yang terbakar. Setelah persidangan yang tidak adil, hakim kepala Möngke menyatakan Oghul Qaimish bersalah atas tuduhan sihir dan menjatuhkan hukuman mati kepadanya: ia dibungkus dengan kain flanel dan dilemparkan ke sungai Kherlen untuk ditenggelamkan.[19]

Referensi

  1. ↑ René Grousset The Empire of the Steppes, p.272
  2. ↑ Broadbridge 2018, hlm. 196. sfn error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan)
  3. ↑ Atwood 2004, hlm. 398. sfn error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan)
  4. 1 2 3 Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan); Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan).
  5. ↑ Atwood 2004, hlm. 347. sfn error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan)
  6. ↑ Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan); Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan).
  7. 1 2 Broadbridge 2018, hlm. 197. sfn error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan)
  8. ↑ Broadbridge 2018, hlm. 201. sfn error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan)
  9. ↑ Atwood 2004, hlm. 418. sfn error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan)
  10. ↑ Dunnell 2023 sfnm error: tanpa target: CITEREFDunnell2023 (bantuan); May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan).
  11. ↑ Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan); Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan); May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan).
  12. ↑ Atwood 2004, hlm. 212–213. sfn error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan)
  13. ↑ Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan); De Nicola 2017 sfnm error: tanpa target: CITEREFDe_Nicola2017 (bantuan); Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan).
  14. ↑ Dunnell 2023 sfnm error: tanpa target: CITEREFDunnell2023 (bantuan); Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan); May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan).
  15. ↑ Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan); May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan).
  16. ↑ De Nicola 2022, hlm. 426–427. sfn error: tanpa target: CITEREFDe_Nicola2022 (bantuan)
  17. ↑ Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan); Dunnell 2023 sfnm error: tanpa target: CITEREFDunnell2023 (bantuan); May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan).
  18. ↑ May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan); Dunnell 2023 sfnm error: tanpa target: CITEREFDunnell2023 (bantuan).
  19. 1 2 3 4 May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan); Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan).
  20. ↑ Dunnell 2023 sfnm error: tanpa target: CITEREFDunnell2023 (bantuan); Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan).
  21. ↑ Broadbridge 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan).
  22. ↑ Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan).
  23. ↑ Broadbridge 2018, hlm. 208–209. sfn error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan)
  24. ↑ Broadbridge 2018, hlm. 209–210. sfn error: tanpa target: CITEREFBroadbridge2018 (bantuan)
  25. ↑ May 2018 sfnm error: tanpa target: CITEREFMay2018 (bantuan); Atwood 2004 sfnm error: tanpa target: CITEREFAtwood2004 (bantuan); Dunnell 2023 sfnm error: tanpa target: CITEREFDunnell2023 (bantuan).
  • Jack Weatherford The Secret History of the Mongol Queens: How the Daughters of Genghis Khan Rescued His Empire's Crown 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan