Senin, 28 September 2026
17:49 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Guyuk Khan

Guyuk Khan

Güyük Khan
Khagan dari Kekaisaran Mongol
(Khan tertinggi dari Mongolia)
Raja dari Raja
Kaisar Tiongkok
250px-Guyuk_khan_from_Persian_miniature.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Guyuk khan dari miniatur Persia
Khan Kekaisaran Mongol
Berkuasa24 Agustus 1246 – antara 27 Maret dan 24 April 1248
Penobatan24 Agustus 1246
PendahuluÖgedei Khan
PenerusMöngke Khan
Lahir1206
Meninggalantara 27 Maret dan 24 April 1248 (umur 42)
Qum-Senggir, Xinjiang
AyahÖgedei Khan
IbuTöregene
PasanganOghul Qaimish
Nama anumerta
Kaisar Jianping (简平皇帝)
Nama kuil
Dingzong (定宗)
WangsaBorjigin
AgamaTengrisme

Guyuk (bahasa Mongol: Гүюг хаан, [Güyüg khaan] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan); k. 1206–1248) adalah Khan Agung ketiga dari Kekaisaran Mongol. Ia adalah putra tertua dari Ogadai Khan dan cucu dari Jenghis Khan. Ia memerintah antara tahun 1246-1248.

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Kehidupan awal

Güyük menerima pelatihan militer dan menjabat sebagai perwira di bawah kakeknya Genghis Khan juga ayahnya, Ögedei Khan saat setelah kematian Genghis pada tahun 1227. Ia menikah dengan Oghul Qaimish dari klan Merkit. Pada tahun 1233. Güyük bersama sepupunya dari sisi ibu Alchidai dan jenderal Mongol Tangghud menaklukkan Kerajaan Dongxia yang berumur pendek Puxian Wannu, yang merupakan pejabat Jin pemberontak,[1] dalam beberapa bulan. Setelah kematian pamannya Güyük yaitu Tolui, Ögedei mengusulkan agar Sorghaghtani, janda Tolui, menikahi putranya, Güyük namun Sorghaghtani menolak dan mengatakan bahwa tanggung jawab utamanya adalah terhadap anak-anaknya sendiri.[2] Menurut Ata-Malik Juvayni, Güyük, putra Ögedei, adalah seorang Kristen, tetapi tidak menentukan aliran apa.

250px-Mongols_at_the_walls_of_Vladimir_1238_Vassily_Maximov.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mongol di luar Vladimir, mungkin menuntut penyerahan sebelum begalnya.

Güyük berpartisipasi dalam invasi Eropa Timur dan Eropa Tengah pada tahun 1236-1241 bersama para pangeran Mongol lainnya, termasuk sepupunya Batu dan saudara tiri Kadan. Dia memimpin korpsnya dalam pengepungan Ryazan dan pengepungan panjang ibukota Alania Maghas. Selama penaklukan, Güyük bertengkar dengan Batu pada pesta kemenangan dan berteriak kepadanya, "Batu hanyalah seorang wanita tua dengan kejang".[3][4] Güyük dan Büri, cucu Chagatai, berlari keluar dari pesta dan berlari pergi bersumpah dan mengutuk. Ketika berita sampai ke Khan Agung, mereka dipanggil kembali untuk sementara waktu ke Mongolia. Ögedei menolak untuk melihat mereka dan mengancam akan mengeksekusi putranya Güyük. Ögedei yang tenang akhirnya mengakui Güyük ke tendanya-nya. Ia mengkritik Güyük, "Apakah kamu pikir orang Rusia menyerah karena kamu sangat jahat terhadap orang-orangmu sendiri? Apakah kamu pikir mereka menyerah karena mereka takut padamu? Karena kamu menangkap satu atau dua prajuritmu, kamu pikir kamu akan memenangkan perang. Tapi kamu bahkan tidak menangkap satu kambing pun". [4] Ögedei menghukum anaknya dengan keras karena berkelahi di dalam keluarga dan karena memperlakukan buruk para prajuritnya. Güyük dikirim kembali ke Eropa.[4]

Sementara itu, saat Ögedei meninggal (di tahun 1241), dan istirinya Töregene akan mengambil alih sebagai wali penguasa, sebuah posisi yang sangat berpengaruh untuk ia gunakan membela anaknya, Güyük. Batu menarik diri dari Eropa dan dia akan memiliki pengaruhatas hak warisnya,tetapi tak lepas dari taktiknya yang terhalang oleh Töregene sehingga Güyük sukses menjadi Khan di tahun 1246. Ketika adik Genghis Khan's, Temüge, mengancamGreat Khatun Toregene dalam upaya merebut takhta, Güyük datang ke Mongolia dari Emil untuk segera mengamankan posisinya.

menurut pada Giovanni da Pian del Carpine, "Güyük adalah orang yang memiliki perawakan sedang. Ia sangat bijaksana dan begitu cerdik, juga serius namun santai dalam perilakunya."[5]

Pranala luar

Guyuk Khan
Lahir: 1206 Meninggal: 1248
Gelar
Didahului oleh:
Töregene Khatun (bupati)
Khan Agung dari Kekaisaran Mongol
1246–1248
Diteruskan oleh:
Oghul Qaimish (bupati)



Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Nyíri, Pál (2007). Chinese in Eastern Europe and Russia. London: Routledge. hlm. 4. ISBN 978-0-415-54106-0.
  2. ↑ Man, John (2007). Kublai Khan. London: Bantam Press. hlm. 19. ISBN 978-0-553-81718-8.
  3. ↑ Christian, David (1998). Inner Eurasia from Prehistory to the Mongol Empire. Oxford: Blackwell. hlm. 412. ISBN 0-631-18321-3.
  4. 1 2 3 Weatherford, Jack (2004). Genghis Khan and the Making of the Modern World. New York: Crown. hlm. 162. ISBN 0-609-61062-7.
  5. ↑ Rockhill 1967.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan