Selasa, 27 Oktober 2026
08:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Oey Khe Tay

Bagikan:
Kapitan Oey Khe Tay
Kapitan Cina Tangerang
Masa jabatan
1884–1897
PendahuluKapitan Lim Tjong Hien
PenggantiKapitan Oey Giok Koen
Daerah pemilihanTangerang
Informasi pribadi
Lahir
Meninggal1897 (1898)
Suami/istriNie Kim Nio
HubunganOey Eng Sioe, Kapitan-tituler Cina (kakek)
Nie Boen Tjeng, Kapitan Cina (ayah mertua)
AnakOey Djie San, Kapitan Cina
Orang tuaOey Jan Long Sia (ayah)
PekerjaanKapitan Cina dan tuan tanah
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Oey.

Oey Khe Tay, Kapitan Cina (meninggal pada tahun 1897) dulu adalah seorang birokrat dan tuan tanah berlatar belakang Tionghoa-Indonesia yang paling dikenal berkat jabatannya sebagai Kapitan Cina Tangerang dan tuan tanah dari Karawatji.[1][2] Sebagai Kapitan Cina, ia menjadi pemimpin dari komunitas Cina di Tangerang sebagai bagian dari sistem pemerintahan tidak langsung yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia saat itu.[3]

Kehidupan

Lahir di Tangerang pada sebuah keluarga aristokrasi ‘Cabang Atas’, Oey adalah anak dari Oey Jan Long Sia dan cucu dari Oey Eng Sioe, Kapitan-tituler Cina.[2] Sebagai keturunan dari pejabat Cina, ia pun menyandang gelar turunan ‘Sia’ sejak lahir.[2] Oey lalu menikahi Nie Kim Nio, putri dari Nie Boen Tjeng, Kapitan Cina Batavia dan keturunan dari Kapitan Nie Hoe Kong, yang menjabat selama Geger Pacinan pada tahun 1740.[2]

Oey kemudian diangkat menjadi Letnan Cina pada tahun 1872.[2] Pada tanggal 31 Maret 1878, bersama pejabat Cina lain di Tangerang di bawah Kapitan Lim Tjong Hien, Oey mengakuisisi sebidang tanah untuk digunakan sebagai tempat pemakaman umum bagi komunitas Cina lokal.[4] Tempat pemakaman umum tersebut kemudian dikelola di bawah pengawasan dari klenteng tertua di Tangerang, yakni Boen Tek Bio.[5] Pada tahun 1884, Oey diangkat menjadi Kapitan Cina Tangerang untuk menggantikan Kapitan Lim Tjong Hien.[2] Ia pun memegang jabatan tersebut hingga meninggal pada tahun 1897.[3]

Keluarga Oey memiliki tanah partikelir di Karawatji, di mana rumah keluarganya, Landhuis Karawatji, juga didirikan.[1][3] Pada tahun 1895, Kapitan Oey Khe Tay bersama putra dan calon suksesornya, Oey Djie San, mendirikan Cultuur-Maatschappij Karawatji-Tjilongok.[1] Tanah-tanah milik keluarga Oey kemudian diserahkan ke perusahaan yang dipimpin oleh keturunan Oey tersebut.[1] Sebelum meninggal pada tahun 1897, Kapitan Oey Khe Tay juga menyumbangkan sebuah perahu untuk Festival Perahu Naga, atau 'Peh Tjhoen'. Perahu tersebut kini dianggap sebagai sebuah benda sakral dan lebih dikenal dengan nama Mpe Peh Tjhoen [Paman 'Peh Tjhoen'].[6][7]

Pada tahun 1899, jabatan Oey sebagai Kapitan Cina Tangerang digantikan oleh Kapitan Oey Giok Koen, yang menikahi keponakan istrinya, Ong Dortjie Nio.[3][2] Pada tahun 1907, putra Kapitan Oey Khe Tay, yakni Kapitan Oey Djie San, resmi menggantikan ayah dan sepupu iparnya sebagai Kapitan Cina Tangerang.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 De Indische gids (dalam bahasa Belanda). Batavia: J. H. de Bussy. 1895. Diakses tanggal 23 Januari 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Haryono, Steve (2017). Perkawinan Strategis: Hubungan Keluarga Antara Opsir-opsir Tionghoa Dan 'Cabang Atas' Di Jawa Pada Abad Ke-19 Dan 20 (dalam bahasa Inggris). Utrecht: Steve Haryono. ISBN 978-90-90-30249-2. Diakses tanggal 23 Januari 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 Lohanda, Mona (1996). The Kapitan Cina of Batavia, 1837-1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Djambatan. ISBN 978-979-428-257-1. Diakses tanggal 23 Januari 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Verzameling van reglementen en keuren van politie benevens verschillende andere politiebepalingen voor de residentie Batavia (dalam bahasa Belanda). Batavia: Albrecht & Company. 1888. Diakses tanggal 23 Januari 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië". Tangerang. Om Een Stuk Grond. Koopsom en schadeloosstelling (dalam bahasa Belanda). NV Mij tot Expl. van Dagbladen. 16 Oktober 1939. Diakses tanggal 23 Januari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Ateng; Acong (4 November 2020). "Peh Cun Kota Tangerang Jadi Warisan Budaya Tingkat Nasional". www.nasionalnews.id/. Nasional News. Diakses tanggal 23 Januari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Setiawan, Irvan (14 April 2020). "Asal mula Festival Peh Cun di Kota Tangerang". Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 23 Januari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Kapitan Lim Tjong Hien
Kapitan Cina Tangerang
1884–1897
Diteruskan oleh:
Kapitan Oey Giok Koen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan