Minggu, 04 Oktober 2026
05:05 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Odeon Records

Odeon Records

Bagikan:
250px-OdeonA162457b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Label plat Odeon Records

Odeon Records adalah perusahaan rekaman (label) asal Jerman yang didirikan oleh Max Strauss dan Heinrich Zunz di Berlin pada tahun 1903. Nama serta logo dari label tersebut diambil dari gedung teater Théâtre de l'Odéon di Paris, Prancis.

Odeon merupakan bagian dari perusahaan Carl Lindstrom, yang juga membawahi label-label rekaman seperti Beka Records, Parlophone dan Fonotipia. Lindstrom kemudian dibeli oleh Columbia Graphophone Company pada tahun 1926. Pada Maret 1931 label-label seperti Columbia, Electrola, His Master's Voice dan lainnya bergabung menjadi satu perusahaan bernama Electric and Musical Industries Ltd. atau yang lebih dikenal sebagai EMI.

Pada tahun 1907 Odeon hadir di Hindia Belanda dan menjadi salah satu perusahaan rekaman asing pertama di Indonesia.[1]

Referensi

  1. ↑ Sakrie 2015, hlm. 8.
Daftar pustaka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan