Rabu, 28 Oktober 2026
06:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Ocotea cuneifolia

Bagikan:
Ocotea cuneifolia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Magnoliidae
Ordo: Laurales
Famili: Lauraceae
Genus: Ocotea
Spesies:
O. cuneifolia
Nama binomial
Ocotea cuneifolia
Sinonim[2]
  • Laurus cuneifolia Ruiz & Pav.
  • Laurus nitida Dombey ex Nees
  • Oreodaphne cuneata Nees
  • Laurus oblongo-obovata Ruiz ex Nees
  • Oreodaphne oblongo-obovata Nees
  • Aperiphracta cuneata Nees ex Meisn.
  • Laurus biflora Pav. ex Meisn.
  • Ocotea oocarpa Mez & Sodiro
  • Ocotea cuneata (Nees) J.F.Macbr.
  • Ocotea raimondii O.C.Schmidt
  • Ocotea oblongo-obovata (Nees) Rohwer

Ocotea cuneifolia adalah spesies pohon dalam keluarga Lauraceae yang asli berasal dari Kolombia, Ekuador, dan Peru.[3]

Penyebaran dan habitat

Di Kolombia, tumbuhan ini ditemukan di Quindío,[3] di Ekuador ditemukan di Bolívar, Carchi, Esmeraldas, Imbabura, Napo, dan Zamora-Chinchipe,[3][4] dan di Peru ditemukan di Amazonas, Cajamarca, Cusco, Huánuco, dan San Martín.[3][5][6] Tumbuhan ini dapat ditemukan pada ketinggian 250–3.000 m (820–9.840 ft) di atas permukaan laut.[3]

Deskripsi

O. cuneifolia adalah spesies yang bervariasi dengan tinggi mencapai 35 m (115 ft). Daunnya yang menyerupai kertas berbentuk elips hingga obovata-elips dengan ujung runcing dan pangkal kuneatus, berukuran 9–14 cm (3,5–5,5 in) kali 35–45 cm (14–18 in). Tulang daunnya menonjol, dengan domatia berbentuk sumuran di sepanjang tulang daun sekunder. Perbungaan berukuran 4–9 cm (1,6–3,5 in) panjangnya dan agak berbulu. Bunga jantan berdiameter 5 mm (0,20 in) dan memiliki sembilan benang sari, sedangkan bunga betina berdiameter 25 mm (0,98 in) dengan putik sepanjang 15 mm (0,59 in). Bunganya bisa berwarna kemerahan atau hijau kekuningan. Buahnya berukuran 25 cm (9,8 in) kali 22 cm (8,7 in).[3]

Referensi

  1. ↑ Hills, R. (2021). "Ocotea cuneifolia". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T203657499A138510133. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-2.RLTS.T203657499A138510133.en. Diakses tanggal 19 Agustus 2024.
  2. ↑ "Ocotea cuneifolia (Ruiz & Pav.) Mez". Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 19 Agustus 2024.
  3. 1 2 3 4 5 6 van der Werff, Henk (2017). "Studies in Andean Ocotea (Lauraceae) IV. Species with Unisexual Flowers and Densely Pubescent Leaves, or with Erect Pubescence or Domatia, Occurring above 1000 m in Altitude". Novon: A Journal for Botanical Nomenclature. 25 (3): 360–361. doi:10.3417/2016021 – via Biodiversity Heritage Library.
  4. ↑ Jørgensen, Peter Møller; León-Yánez, Susana; González, Amada Pedroni; Swift, Vallery A.; Hediger, Nancy L., ed. (1999). Catalogue of the vascular plants of Ecuador (Catalogo de las plantas vaculares del Ecuador). Monographs in Systemic Botany from the Missouri Botanical Garden. Vol. 75. Missouri Botanical Garden. hlm. 530. ISBN 0-915279-60-6 – via Biodiversity Heritage Library.
  5. ↑ Brako, Lois; Zarucchi, James L. (1996). Catalogue of the flowering plants and gymnosperms of Peru (Catálogo de las angiospermas y gimnospermas del Perú). Monographs in Systemic Botany from the Missouri Botanical Garden. Vol. 45. Missouri Botanical Garden. hlm. 598. ISBN 0-915279-19-3 – via Biodiversity Heritage Library.
  6. ↑ Vega, Isidoro Sanchez; Vela, Gustavo Iberico; Cruz, Mario Zapata; Kawasaki, Maria Lucia; Dillon, Michael O. (2001). "Nuevos registros para la flora de San Martin, Peru". Arnaldoa: Revista del Museo de Historia Natural (dalam bahasa Spanyol). 8 (1): 48 – via Biodiversity Heritage Library.
Ikon rintisan

Artikel bertopik yang berkaitan dengan Laurales ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan