Senin, 02 November 2026
17:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Nyeruit

Bagikan:

Nyeruit merupakan tradisi makan bersama khas masyarakat Lampung yang merefleksikan kuatnya nilai kebersamaan, persaudaraan, dan ikatan kekeluargaan. Dalam tradisi ini masyarakat berkumpul untuk menikmati hidangan seruit secara bersama-sama.[1]

Simbol kekerabatan

Nyeruit kerap dilaksanakan ketika keluarga besar sedang berkumpul atau pada berbagai acara tertentu, sehingga tradisi ini menjadi salah satu lambang kekerabatan dan kebersamaan yang tetap terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat lampung hingga kini.[2]

Pelestarian

Pelestarian tradisi Nyeruit dapat dilakukan melalui berbagai upaya yang melibatkan keluarga , masyarakat, dan lembaga budaya.Tradisi ini perlu terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada kegiatan keluarga, acara adat, dan perayaan sosial, agar nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang terkandung di dalamnya tetap hidup. Selain itu, pengenalan nyeruit kepada generasi muda melalui pendidikan budaya lokal, kegiatan sekolah, dan komunitas seni-budaya menjadi langkah penting untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap warisan budaya Lampung. Dukungan pemerintah dan masyarakat, seperti penyelenggaraan festival kuliner tradisional, dokumentasi budaya, serta promosi nyeruit sebagai identitas budaya daerah, juga berperan besar dalam menjaga keberlangsungan tradisi nyeruit di tengah arus modernisasi.[3]

Referensi

Referensi

  1. ↑ Nurfajrina, Azkia. "Uniknya Tradisi 'Nyeruit' Khas Lampung yang Lambangkan Kebersamaan". detikfood. Diakses tanggal 2026-02-06.
  2. ↑ Nurfajrina, Azkia. "Uniknya Tradisi 'Nyeruit' Khas Lampung yang Lambangkan Kebersamaan". detikfood. Diakses tanggal 2026-02-06.
  3. ↑ Ningrum, Fitri Cahya; Turgarini, Dewi; Bridha, Risya Ladiva (2014). "Pelestarian Tradisi Nyeruit Sebagai Warisan Gastronomi Kota Bandar Lampung". The Journal Gastronomy Tourism. 1 (2). ISSN 2716-3970.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan