Nyenyenye adalah istilah dalam bahasa gaul Indonesia yang digunakan dalam komunikasi informal. Dalam sejumlah kajian kebahasaan, istilah ini dicatat sebagai salah satu bentuk bahasa slang yang digunakan dalam komunikasi di media sosial dan percakapan sehari-hari. Maknanya bergantung pada konteks penggunaan. Salah satu penelitian mendeskripsikan nyenyenye sebagai ungkapan yang menunjukkan sikap masa bodoh atau mengejek, sementara penelitian lain mencatatnya dengan makna banyak bicara atau sifat cerewet.[1][2]
Makna dan penggunaan
Nyenyenye termasuk dalam ragam bahasa informal atau slang. Penelitian Gita Anggraeni dan Suhartono terhadap komentar pada akun Instagram @ahquote memasukkan nyenyenye ke dalam kelompok bentuk interjeksi. Penelitian tersebut memberikan keterangan makna berupa sikap masa bodoh dan mengejek, serta menggolongkannya sebagai bentuk yang memiliki fungsi emotif dalam komunikasi.[1]
Kajian lain mengenai bahasa gaul pada percakapan kelompok WhatsApp juga mencatat nyenyenye. Dalam kajian tersebut, istilah tersebut dicantumkan dengan arti “banyak bicara atau sifat cerewet”.[2]
Perbedaan deskripsi tersebut menunjukkan bahwa nyenyenye tidak mempunyai satu makna tunggal yang berlaku dalam seluruh konteks. Maknanya dapat berubah sesuai situasi, penutur, dan tujuan penggunaan. Dalam komunikasi berbasis media sosial, istilah tersebut dapat digunakan untuk mengejek, menolak atau meremehkan suatu ucapan, maupun menyebut seseorang yang dianggap terlalu banyak berbicara.[1][2]
Penggunaan dalam media sosial
Penelitian terhadap komentar pada akun Instagram @ahquote menunjukkan bahwa bahasa slang digunakan sebagai bagian dari interaksi sosial di media digital. Dalam penelitian tersebut, nyenyenye ditemukan di antara berbagai bentuk slang lain dan ditempatkan sebagai bentuk interjeksi.[1]
Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa variasi bahasa slang di media sosial dapat berfungsi untuk menyampaikan sikap, emosi, humor, atau respons terhadap pernyataan pengguna lain. Dengan demikian, penggunaan nyenyenye tidak selalu bersifat literal, melainkan dapat berfungsi sebagai penanda sikap penutur terhadap lawan bicara atau terhadap isi pembicaraan.[1]
Etimologi
Asal-usul etimologis nyenyenye belum dapat dipastikan berdasarkan sumber kebahasaan akademik yang tersedia. Penelitian yang mendokumentasikan istilah ini berfokus pada penggunaannya sebagai bahasa slang, bukan pada penetapan asal kata atau sejarah pembentukannya.[1][2]
Dengan demikian, hubungan nyenyenye dengan bahasa daerah, bentuk kata tertentu, atau istilah lain tidak dapat dipastikan tanpa penelitian etimologi yang secara khusus membahas kata tersebut.
Kedudukan dalam bahasa Indonesia
Nyenyenye digunakan dalam ragam informal dan slang sehingga penggunaannya berbeda dari kosakata bahasa Indonesia baku. Keberadaannya dalam penelitian mengenai bahasa slang menunjukkan bahwa istilah tersebut merupakan bagian dari ragam bahasa yang digunakan dalam komunitas tertentu, terutama dalam komunikasi digital.[1]
Namun, dokumentasi dalam penelitian bahasa gaul tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa nyenyenye telah menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia baku. Untuk menyatakan status kebakuan suatu kata diperlukan rujukan leksikografis yang relevan, seperti kamus atau pedoman kebahasaan resmi.[butuh rujukan]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 Anggraeni, Gita; Suhartono (2025). "Variasi Bahasa Slang pada Komentar Postingan Akun Instagram @ahquote (Kajian Fungsi Bahasa Roman Jakobson)". BAPALA. 12 (2). Universitas Negeri Surabaya: 588–596.
- 1 2 3 4 Rahman, Rifqi Aulia; El Syam, Robingun Suyud; Nugroho, Muhamad Yusuf Amin (2024). "Eufemisme Bahasa Gaul di Group WhatsApp Dosen Segawon Reborn dalam Spektrum Pendidikan Islam". Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora. 3 (1): 9–23. doi:10.56113/takuana.v3i1.88.