Rabu, 14 Oktober 2026
10:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Nuri coklat

Nuri coklat

spesies burung

Bagikan:
Nuri cokelat
250px-Brown_Lory_%28Chalcopsitta_duivenbodei%29-7.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Psittaculidae
Genus: Chalcopsitta
Spesies:
C. duivenbodei
Nama binomial
Chalcopsitta duivenbodei
Dubois, 1884

Nuri cokelat (Chalcopsitta duivenbodei) merupakan jenis burung nuri dari keluarga Cacatuidae dan Psittacidae, dengan nama lokal Werweree (Berbai) dan Tariyeng (Tatotane). Nama lokal ini berasal dari daerah Yapen, Papua.[2]

Morfologi

Burung nuri coklat umumnya berbulu cokelat, dengan ukuran bulu panjang sedang, bentuk ekor membulat, dan berwarna kekuningan pada bagian bawah ekor, bahu, paha, dan wajah. Nuri coklat memperlihatkan bagian sayap berwarna kuning saat terbang. Suara burung Nuri cokelat terdengar keras dengan pekikan yang tajam selama terbang.[2][3]

Habitat dan konservasi

Nuri coklat berhabitat di hutan dataran rendah dan daerah semi terbuka,[3] dengan ketinggian hingga 150 mdpl. Nuri coklat juga dapat dijumpai di dataran rendah Papua Utara.[2] Status konservasi Nuri coklat menurut IUCN, yaitu risiko rendah (Least Concern), tetapi populasi burung ini diperkirakan menurun dari jumlah total 50.000 individu.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2018). "Chalcopsitta duivenbodei". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T22684491A130098893. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22684491A130098893.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Maury, Hendra K.; Anggoda, Muhammad Iksan; Sangadji, Ade (2021). Panduan Lapangan Bagi Pemandu Ekowisata Burung di Papua. WWF Indonesia. hlm. 79. ISBN 9789791461924.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 "Nuri cokelat - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2023-10-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan