Sabtu, 17 Oktober 2026
20:37 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Nundang padi

Bagikan:

Nundang padi atau dundang padi adalah sebuah upacara adat pembenihan padi di kalangan masyarakat Bengkulu Selatan, tepatnya di Desa Selali, Kecamatan Pino Raya.[1] Upacara adat ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali[2] pada awal musim tanam padi. Rangkaian acaranya berlangsung selama 3 hari 3 malam.[3] Upacara ini mengandung aspek spiritual sebagai ritus kesuburan dalam rangka pembenihan padi, serta menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam kegiatan pertanian di Desa Selali.[2]

Rangkaian acara

Upacara dimulai dengan mengarak bai padi (lit. 'induk padi') atau bibit padi yang akan digunakan dalam acara nundang atau pembenihan.[3] Kegiatan nundang sendiri dilakukan dilakukan oleh 4 orang anak laki-laki dan 4 orang anak-anak perempuan berusia 5–6 tahun, masing-masingnya memasuki semacam gubuk yang terbuat dari papan kayu dan beratapkan rumbia. Padi yang akan di-dundang disimpan dalam sebuah kelambu di tengah gubuk. Padi-padi ini kemudian dipilih dan ditakar, sebelum kemudian dimasukkan ke dalam dalam sebuah dundangan (tempat pembenihan) dan diayun-ayun oleh si anak.[4][5]

Rujukan

  1. ↑ Juliano, Adrian (2024-08-07). "Upacara nundang padi, ritual masa tanam padi petani Bengkulu Selatan". merdeka.com. Diakses tanggal 2024-08-10.
  2. 1 2 Mizliati, Ediwar & Surherni (2014), hlm. 173.
  3. 1 2 Arios dkk. (2014), hlm. 19. sfnp error: tanpa target: CITEREFArios_dkk.2014 (bantuan)
  4. ↑ Arios dkk. (2014), hlm. 20. sfnp error: tanpa target: CITEREFArios_dkk.2014 (bantuan)
  5. ↑ Mizliati, Ediwar & Surherni (2014), hlm. 175.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan