Sabtu, 24 Oktober 2026
07:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Nopperabou

Nopperabou

hantu dalam mitologi Jepang

Bagikan:

Nopperabou (bahasa Jepang: 野箆坊 atau のっぺらぼう) adalah hantu atau yokai yang berfisik seperti manusia tanpa wajah dalam mitologi Jepang.[1][2] Hobi utama hantu nopperabou adalah menakut-nakuti manusia di tempat sepi, dan mereka biasanya melakukan hal itu secara berkelompok.[3][4]

Nopperabou tampak seperti manusia kebanyakan dari segi fisik, dan sifatnya suka membaur dengan masyarakat sekitar.[1] Namun, kengerian dapat dirasakan ketika seseorang mencoba bertatap muka dengan salah satu yokai ini, karena Ia sama sekali tidak memiliki wajah; mukanya hanyalah bulatan kulit pipih tanpa mata, mulut, hidung, alis, atau apapun.[1]

Nopperabou biasanya mudah ditemui di tempat-tempat sunyi dan gelap terutama malam hari di mana mereka merasa aman dari manusia.[1] Biasanya tujuan utama mereka berkeliaran di tengah malam tersebut adalah untuk menakut-nakuti manusia, yaitu dengan cara menyamar menjadi pria atau wanita yang menangis atau menutup muka, lalu setelah itu mengagetkan mereka dengan wajahnya yang rata.[3]

250px-Ryoi_Nopperabo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan wujud fisik nopperabou, hantu dalam mitologi Jepang.

Atau terkadang, mereka pertama kali memiliki wajah, lalu selang beberapa menit kemudian, dengan berbagai kesempatan, mereka menyingkap tangan ke wajah mereka dan terbentuklah wajah rata.[3] Tambahan, yokai ini biasanya bekerja secara kelompok dan memiliki kerjasama tim yang kuat untuk menakuti satu orang.[4] Nopperabou merupakan bentuk perubahan yang sangat disukai para yokai hewan perubah bentuk lainnya—kitsune,tanuki, dan yang paling populer mujina.[4] Bahkan, sering banyak kisah yang menyebutkan bahwa makhluk berwajah rata disebut mujina.[4]

Legenda

Suatu hari seorang pedagang pulang dengan berjalan kaki melewati lembah gelap, dan dalam perjalanannya dia menemui seorang wanita menangis tersedu-sedu.[2] Iba dengan wanita tersebut, dia pun mencoba meredakan tangisnya, tetapi tanpa diduga, ternyata wanita yang Ia tolong ternyata tidak memiliki wajah sama sekali.[2] Ketakutan, pria itu berlari dan mengunci pintu rumahnya dan berteriak kepada istrinya tentang makhluk yang Ia temui di jalan.[2] Tetapi, istrinya malah menjawab dengan raut muka yang juga rata.[3] Kisah lainnya mengatakan, lelaki tersebut tidak pulang ke rumah, tetapi Ia berlari ke telepon umum terdekat tanpa sadar bahwa Ia sendiri telah berubah menjadi salah satu nopperabou.[3]

Popularitas

Nopperabou banyak ditemukan dalam anime, manga, film, dan video gim Jepang.[5][6] Salah satunya adalah dalam anime Pom Poko yang diproduksi oleh Studio Ghibli di mana terdapat seorang polisi yang berlari-lari ketakutan karena bertemu dengan nopperabou di tengah jalan.[5] Selain itu, dalam anime Axis Powers Hetalia nopperabou tampil sebagai alien tanpa wajah yang menginvasi bumi.[7] Dan dalam gim Adventure Quest Worlds nopperabou digambarkan sebagai musuh rintangan yang menghuni Hachiko Tower dalam misi revolusi para yokai.[6]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 (Inggris) Yokai.com. "Nopperabou".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 3 4 (Inggris) Lafcadio Hearn. "A-yokai-a-day: Noppera-bo".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 3 4 5 (Inggris) ScaryforKids.com. "No-face".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. 1 2 3 4 Yoda Hiroko, Matt Alt. 2008. Yokai Attack!: The Japanese Monster Survival Guide. Kodansha USA.
  5. 1 2 (Inggris) Is this Movie Suitable?. "Pom Poko (1994) – Director: Isao Takahata".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  6. 1 2 (Inggris) Monx007. "Adventure Quest World Walkthrough: Master of Shadows".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  7. ↑ (Inggris) Moar Powah. "Review: Hetalia Axis Powers – Paint it White!". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-04. Diakses tanggal 2014-05-04.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan