Minggu, 18 Oktober 2026
00:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Nonouti

Nonouti

Bagikan:
Nonouti
330px-11_Map_of_Nonouti%2C_Kiribati.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Nonouti
330px-GilbertIslandsPos.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nonouti di Kiribati
Nonouti
Lokasi di Kiribati
Tampilkan peta Kiribati
Nonouti di Mikronesia
Nonouti
Lokasi di Mikronesia
Tampilkan peta Mikronesia
Nonouti di Oseania
Nonouti
Lokasi di Oseania
Tampilkan peta Oseania
Nonouti di Samudra Pasifik
Nonouti
Lokasi di Samudra Pasifik
Tampilkan peta Samudra Pasifik
Geografi
LokasiSamudra Pasifik
Koordinat0°37′S 174°22′E / 0.617°S 174.367°E / -0.617; 174.367
KepulauanKepulauan Gilbert
Luas21.02 km2
Titik tertinggi3 m
Pemerintahan
NegaraKiribati
Ibu kotaMatang
Kependudukan
Penduduk2.792 jiwa(Sensus 2020)
Kepadatan135 jiwa/km2
Kelompok etnikI-Kiribati 99.7%

Nonouti adalah sebuah atol dan distrik di Kiribati. Atol ini terletak di Kepulauan Gilbert Selatan, 38 km di utara Tabiteuea, dan 250 km di selatan Tarawa. Atol ini merupakan yang terbesar ketiga di Kepulauan Gilbert dan merupakan pulau tempat Katolik pertama kali diperkenalkan ke Kiribati pada tahun 1888.

Geografi

Sisi timur atol merupakan daratan permanen utama. Terdapat sebuah pulau kecil di sisi barat laut atol yang disebut Noumatong, yang tidak berpenghuni dan dijadikan sebagai suaka burung. Wilayah timur atol terdiri atas pulau-pulau kecil dan pulau-pulau sangat kecil yang membentuk suatu garis yang berkesinambungan.[1]

Sejarah

Pulau ini disurvei oleh Ekspedisi Penjelajahan Amerika Serikat pada tahun 1841.[2] Pada akhir abad ke-19, Nonouti sempat ditaklukkan oleh raja Abemama, Tembinok'. Ia kemudian diusir dari Nonouti oleh sebuah kapal perang Britania.[3]

Para misionaris Katolik pertama adalah orang Prancis yang berbasis di Tahiti. Mereka tiba di pulau Nonouti, Kepulauan Gilbert, pada awal 1880-an dan mulai menerjemahkan teks serta menyusun kamus. Para imam pertama di Kepulauan Gilbert, anggota Serikat Misionaris Hati Kudus, berangkat dari Prancis pada tahun 1888 dan tiba di Nonouti pada 10 Mei 1888. Ketika tiba, mereka mendapati cukup banyak orang Gilbert yang telah mengenal Injil. Banyak penduduk asli Gilbert telah dibawa oleh para penculik tenaga kerja pada tahun 1870-an untuk bekerja di perkebunan di pulau-pulau lain di Pasifik, tempat mereka bertemu dengan para misionaris Protestan. Dua dari para pekerja ini, Betero dan Tiroi, kembali ke Nonouti dan mengajarkan Kekristenan kepada penduduk setempat. Ketika para Serikat Misionaris Hati Kudus tiba, Betero dan Tiroi telah membaptis 560 orang dan sedang mengajar 600 orang lainnya.[4]

Tidak jauh dari tempat para misionaris Katolik pertama tiba pada tahun 1888, tepat di belakang apsis Gereja Katolik di desa Taboiaki, terdapat enam makam misionaris asing dan tokoh penting bagi Gereja Katolik. Di seberang gereja Katolik ini terdapat maneaba terbesar di Kiribati yang dikenal sebagai Aake Maneaba.

Kantor Pos Nonouti dibuka sekitar tahun 1923.[5]

Referensi

  1. ↑ "11. Nonouti" (PDF). Office of Te Beretitent - Republic of Kiribati Island Report Series. 2012. Diakses tanggal 28 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Stanton, William (1975). The Great United States Exploring Expedition. Berkeley: University of California Press. hlm. 245. ISBN 0520025571.
  3. ↑ Stevenson, Robert Louis (1987) [1896]. In the South Seas, Part V, Chapter 1. Chatto & Windus; republished by The Hogarth Press.
  4. ↑ "History of the Diocese of Tarawa and Nauru - MSC Pacific Union". pacificunion.mscmission.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-16. Diakses tanggal 2016-06-30.
  5. ↑ Premier Postal History. "Post Office List". Premier Postal Auctions. Diakses tanggal 5 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan