Rabu, 14 Oktober 2026
02:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Nomen dubium

Nomen dubium

Bagikan:
250px-Nanotyrannus_lancensis_TQWR_400.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi seniman dari Nanotyrannus lancensis, Sebuah genus nomen dubium dari dinosaurus theropoda yang berasal dari Kapur Akhir Amerika Utara. Beberapa ilmuwan mengganggap fosil-fosil yang diketahui dari genus ini sebagai sisa-sisa dari spesimen muda dari Tyrannosaurus rex.

Pada tata nama biologi, Nomen dubium (Latin untuk "Nama yang meragukan", jamak nomia dubia) merujuk kepada nama ilmiah dengan penggunaan yang tidak diketahui atau meragukan.

Dalam zoologi, sebuah nama dapat masuk kedalam kategori nama ini bila tidak memungkinkan untuk menentukan dimana kelompok yang harus dimasukkan untuk suatu spesies. Hal ini dapat terjadi bila spesies tipe aslinya (i.e. holotipe, sintipe, isotipe, maupun paratipe) hilang atau hancur. Sebuah nama juga mampu masuk kedalam kategori ini bila tipe bernamanya tidak lengkap atau tidak memiliki fitur tubuh pembeda yang menonjol. Dalam kasus tersebut, kode zoologi dan botani memperbolehkan untuk memiliki spesimen tipe baru (neotipe).

75.5. Pergantian dari tipe bernama yang tak bisa diidentifikasi dengan sebuah neotipe. Saat penulis mempertimbangkan bahwa identitas taksonomi dari suatu takson kelompok-spesies nominal tidak bisa ditentukan dari tipe penyandang-nama yang sudah ada (dalam kata lain, namanya merupakan sebuah nomen dubium), serta kestabilan atau keuniversalannya terancam dengan demikian, penulis dapat meminta Komisi untuk dikesampingkan di bawah kekuasaan paripurnanya [Art. 81] tipe penyandang-nama yang ada serta menunjuk sebuah neotipe.[1]

Referensi

  1. ↑ International Code of Zoological Nomenclature Diarsipkan 24 Mei 2009 di Wayback Machine (4th edition, 1999)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan