Rabu, 14 Oktober 2026
08:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Ungka jambul-hitam timur

Ungka jambul-hitam timur

Bagikan:
Ungka jambul-hitam timur
250px-Nomascus_nasutus_hainanus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
N. nasutus
Nama binomial
Nomascus nasutus
250px-Eastern_Black_Crested_Gibbon_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran ungka jambul-hitam timur
Artikel takson sembarang

Ungka jambul-hitam timur (Nomascus nasutus), yang juga dikenal sebagai ungka jambul-hitam cao-vit, adalah sebuah spesies ungka asal tenggara Tiongkok dan utara Vietnam.

Dari 1960an sampai 2000an, tak ada penampakan terkonfirmasi dari ungka jambul-hitam timur dan sehingga hewan tersebut dianggap punah. Pada 2002, sebuah populasi kecil ditemukan kembali di Distrik Trùng Khánh, Provinsi Cao Bằng, timur laut Vietnam.[2] Pada 2005 diperkirakan populasinya meliputi hanya sebanyak 35-37 ekor, dan sekitar 10 ekor masih ada di perbatasan Kabupaten Jingxi, Guangxi, China.[1] Hewan tersebut dianggap punah di Tiongkok sebelum spesies tersebut ditemukan kembali oleh para anggota Kadoorie Conservation China.[3]

Ungka jambul-hitam timur adalah salah satu primata paling terancam kritis dan terlangka di dunia. Statusnya diakibatkan penggundulan hutan di habitatnya, penebangan, dan perburuan. Hewan tersebut dianggap salah satu dari "25 Primata Paling Terancam Punah di Dunia."[4]

Referensi

  1. 1 2 Bleisch, B.; Geissmann, T. (2008). "Nomascus nasutus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 4 Januari 2009. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |authors=; Parameter tidak dikenal |last-author-amp= diabaikan (|name-list-style= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Geissmann, T.; La Quang Trung; Trinh Dinh Hoang; Dang Ngoc Can; Pham Duc Tien; Vu Dinh Thong (2002). "Report on an overall survey of the Cao Vit gibbon population (Nomascus sp. cf. nasutus) in Trung Khanh District, Cao Bang Province (second overall survey)". Fauna & Flora International, Asia Pacific Programme. Hanoi, Vietnam: 8 pp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2017-10-15.
  3. ↑ Chan BPL, Tan XF and Tan WJ, 2008. Rediscovery of the Critically Endangered Eastern Black CrestedGibbon Nomascus nasutus (Hylobatidae)in China, with preliminary notes on population size, ecology and conservationstatus. Asian Primates Journal 1(1): 17-25. http://www.primate-sg.org/storage/PDF/APJ1.1.nasutus.pdf[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Mittermeier, R.A.; Wallis, J.; Rylands, A.B.; Ganzhorn, J.U.; Oates, J.F.; Williamson, E.A.; Palacios, E.; Heymann, E.W.; Kierulff, M.C.M.; Long Yongcheng; Supriatna, J.; Roos, C.; Walker, S.; Cortés-Ortiz, L.; Schwitzer, C., ed. (2009). "Primates in Peril: The World's 25 Most Endangered Primates 2008–2010" (PDF). Illustrated by S.D. Nash. Arlington, VA.: IUCN/SSC Primate Specialist Group (PSG), International Primatological Society (IPS), and Conservation International (CI): 1–92. ISBN 978-1-934151-34-1. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-07-23.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nomascus nasutus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan