Senin, 19 Oktober 2026
12:33 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Njoo Cheong Seng

Njoo Cheong Seng

sutradara asal Indonesia

Bagikan:
Njoo Cheong Seng
Njoo_Cheong_Seng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1902-10-06)6 Oktober 1902
Meninggal30 Oktober 1962(1962-10-30) (umur 60)
PekerjaanSutradara
Masa aktif1940-1962
Pasangan menikahFifi Young
Anak5

Njoo Cheong Seng (6 Oktober 1902 – 30 Oktober 1962), adalah seorang sutradara Indonesia pada era tahun 1940-an. Karya filmnya banyak dimainkan oleh aktris terkenal pada era Fifi Young.

Kehidupan awal dan karier

Njoo lahir di Jawa Timur pada 6 November 1902, sinologi Indonesia Leo Suryadinata menulis bahwa ia lahir di Surabaya,[1] sementara Sam Setyautama dan Suma Mihardja mencatat bahwa ia lahir di Malang.[2] Ia mendapat pendidikan dasarnya di sekolah Tiong Hoa Hwe Koan di Surabaya.[1] Di usianya yang muda itu dia mulai berkontribusi koran Cina; karya pertamanya, Tjerita Penghidoepan Manoesia, diterbitkan di Sin Po pada 1919.[2]

Pada tahun 1920an, Njoo mulai menulis secara ekstensif, sering dengan nama pena Monsieur d'Amour;[1] nama pena lainnya adalah N.C.S. dan N.Ch.S.[3] Ia menulis banyak cerita untuk penerbitan di Gresik Hua Po mulai dari 1922, dan pada 1925 ia ikut membantu mendirikan majalah Penghidoepan.[2] Karyanya yang dipublikasikan pada waktu itu termasuk Menika dalem Koeboeran dan Gagal,[1] maupun Lady Yen Mei untuk cerita sandiwara.[2] Umumnya mereka memiliki berbagai lokasi dan latar budaya, dan sering berhubungan dengan kejahatan dan pekerjaan detekrif.[3]

Njoo aktif dengan kelompok sandiwara Miss Riboet Orion pada akhir 1920-an, dan menulis beberapa cerita sandiwara,[2] termasuk Kiamat, Tengkorak, dan Tueng Balah.[4] Pada 1928 ia kawin dengan Tan Kiem Nio, anggota rombongan sandiwara yang pada saat itu usianya 14 tahun.[1][5] Njoo melatih dirinya dalam akting dan membujuknya untuk mengambil nama panggung Fifi Young; Nama keluarga Njoo dalam dialek Hokkian diucapkan Young dalam bahasa Mandarin, karena itulah maka ia menggunakan nama belakang ini. Sementara itu, nama Fifi diambilnya dari nama bintang film Prancis terkenal pada masa itu, Fifi d'Orsay.[5]

Pada saat film mulai marak di Indonesia, Njoo mulai bekerja sama dengan Fred Young, yang mengajaknya pertama kali ke dunia perfilman. Karena pengalaman Njoo yang telah lama dalam dunia panggung sandiwara, terutama dalam hal menulis skenario, akhirnya Njoo Cheong Seng muncul menjadi sosok yang dapat diandalkan oleh Fred Young. Kebetulan juga keduanya mempunyai impian yang sama dalam memproduksi film, Fred Young dan Njoo Cheong Seng sama-sama menyukai film-film yang berbau kolosal.[6]

Dengan Majesti Pictures, mereka menghasilkan dua film, yakni Djantoeng Hati dan Airmata Iboe. Kedua film ini adalah film drama yang penuh dengan airmata serta parade hiburan dan nyanyian. Bintangnya serba gemerlap, terdiri dari kaum berpendidikan tinggi, dengan harapan film yang dibuat juga akan ditonton oleh golongan atas dan kaum berpendidikan. Pada periode tahun 1940-an, tumbuh keinginan agar film juga memiliki segmen yang lebih luas dan bisa diterima oleh kalangan baik-baik dan terpelajar. Hal ini merupakan upaya untuk menyongsong kemajuan zaman, yang dituntut juga oleh Pergerakan Nasional saat itu.[6]

Memasuki tahun 1941, masyarakat perfilman sudah merasa berat menghadapi tuntutan publik terpelajar dan pers perjuangan. Apa yang mereka inginkan dianggap tidak proporsional. Sebaliknya, kalangan publik terpelajar terus saja meningkatkan harapan mereka, sesuai dengan meningkatnya tuntutan menyiapkan diri untuk menjadi bangsa yang merdeka.[6]

Dalam tulisannya dengan nama samaran Monsieur d’Amour ("Tuan Cinta" dalam bahasa Prancis), Njoo Cheong Seng mengeluhkan sikap pers dan publik yang terlalu berharap pada film nasional ketika itu. Menurut dia, orang film sulit sekali untuk memenuhi keinginan kalangan bawah dan atas secara bersamaan, yang seleranya sangat jauh berbeda. Dalam perjalanan kariernya di perfilman, Njoo Cheong Seng telah menyutradarai tidak kurang dari 8 (delapan) judul film.[6]

Filmografi

NolTahunJudul FilmPeranPemain
11940ZoebaidaSutradara, Penulis CeritaI.Martak & Fifi Young
21940Keris MataramSutradara, Penulis CeritaSorip & Aisah
31941Air Mata IboeSutradara, Skenario, Penulis CeritaRaden Ismail & Ali Yugo
41941Djantoeng HatiSutradaraArianti & RR Anggraini
51941PantjawarnaSutradaraMochtar Widjaya & Dhalia
61950Djembatan MerahPenulis CeritaRendra Karno & Netty Herawati
71951Mirah DelimaSkenario, Penulis Cerita
81955Habis HudjanSutradara, Penulis CeritaChatir Haro & Peggy Oetami
91955Kebon BinatangSkenario, Penulis CeritaChatir Haro & Nurmaningsih
101955Masuk Kampung Keluar KampungSkenario, SutradaraIwan & S. Poniman

Novel

  • Cerita Penghidupan Manusia.
  • Penghidupan - (1925).
  • Swami Yang Buta - (1923).
  • Wali YangCurang - (1923).
  • Penggoda - (1925).
  • Buat Apa Ada Dunia - (1929).
  • Bantimurung - (1932).
  • Marisang Manukwari - (1935).
  • Gagak Lodra series - (1938).

Naskah sandiwara

Referensi

Catatan bawah

  1. 1 2 3 4 5 Suryadinata 1995, hlm. 108–109.
  2. 1 2 3 4 5 Setyautama & Mihardja 2008, hlm. 253–254.
  3. 1 2 JCG, Njoo Cheong Seng.
  4. ↑ Biran 2009, hlm. 13.
  5. 1 2 TIM, Fifi Young.
  6. 1 2 3 4 Njoo Cheong Sheng di Tanjung Pinang Pos Diarsipkan 2011-04-24 di Wayback Machine, Tanjungpinangpos.co.id, diakses 22 April 2011

Bibliografi

  • "Air Mata Iboe". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Perpustakaan Nasional Indonesia dan Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-07-26. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Biran, Misbach Yusa (2009). Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Komunitas Bamboo working with the Jakarta Art Council. ISBN 978-979-3731-58-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Fifi Young" (dalam bahasa Indonesian). Taman Ismail Marzuki. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-08-19. Diakses tanggal 19 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Jedamski, D.A. (2009). "The Vanishing Act – Sherlock Holmes in Indonesia's National Awakening". Dalam Jedamski, D.A. (ed.). Chewing Over the West: Occidental Narratives in Non-Western Readings (PDF). Cross/Cultures. Vol. 119. Amsterdam: Rodopi. hlm. 349–379. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2012-09-03. Diakses tanggal 3 September 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Kris Mataram". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia and Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-07-25. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Njoo Cheong Seng". Encyclopedia of Jakarta (dalam bahasa Indonesian). Jakarta City Government. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-03. Diakses tanggal 3 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Njoo Cheong Seng | Filmografi" [Njoo Cheong Seng | Filmography]. filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia with Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-09-03. Diakses tanggal 3 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Setyautama, Sam; Mihardja, Suma (2008). Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia [Ethnic Chinese Figures in Indonesia] (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Gramedia. ISBN 978-979-9101-25-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Siregar, Bakri (1964). Sedjarah Sastera Indonesia [History of Indonesian Literature] (dalam bahasa Indonesian). Vol. 1. Jakarta: Akademi Sastera dan Bahasa "Multatuli". OCLC 63841626.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Suryadinata, Leo (1995). Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-3055-04-9.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan