Rabu, 23 September 2026
06:05 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Nining Meida

Penyanyi Indonesia

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Nining Meida"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Nining Meida
Lahir6 Juni 1965 (umur 61)
PekerjaanPenyanyi
Pasangan menikahTommy Nurdiaman
AnakWalesa
Rani Akbar
Zaky Muhammad Arsi
Karier musik
GenreDegung, Kacapian, Pop Sunda
Tahun aktif1986 - Sekarang
LabelPronima Record

Hj. Nining Meida (lahir 6 Juni 1965) adalah penyanyi Sunda yang mulai berkarir dari awal tahun 1980-an. Nining Meida banyak menyanyikan lagu-lagu ciptaan Nano S., seperti lagu Potret Manehna, Kalangkang, Anjeun, Tibelat, dan Rangrang Kamelang.

Karir

Awal Karir

Nining Meida bukan lahir dari keluarga seniman. Ia pertama kali mengenal seni Sunda dari grup kesenian pimpinan Ugan Soemarna di Kabupaten Bandung. Sejak berumur empat tahun, ia sudah mahir memainkan bonang dan ikut pentas bersama beberapa grup seni tradisional pimpinan Tetty Afienty. Semakin akrab dengan dunia seni, perlahan ia belajar dari beberapa sinden yang mahir menyanyikan tembang Sunda, khususnya Cianjuran.

Perjalanan Karir

Bakat Nining ternyata memang ada pada tembang Sunda. Berbagai perlombaan vokal lagu Sunda dan pop dia ikuti sejak masih SD hingga SMA. Dia nyaris selalu menjadi juara satu dalam setiap ajang kompetisi tersebut. Prestasi Nining membuat para pemandu bakat terpikat. Hingga suatu saat pada 1984, seorang produser mengajak dia masuk dapur rekaman untuk menyanyikan single "Kokoronotomo" versi bahasa Sunda. Ketika itu lagu asal Jepang tersebut tengah populer di Indonesia.

Nining Meida memiliki karakter vokal yang lembut, mendayu, namun tetap kuat dalam penyampaian emosi. Hal ini membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Penggunaan bahasa Sunda yang indah dalam lirik-liriknya juga semakin memperkuat identitas musiknya sebagai bagian dari warisan budaya.

Suara Nining yang berkarakter manja dan mendesah juga menarik perhatian maestro karawitan dan pencipta lagu Sunda, Nano S (almarhum). Waktu itu Nano menganggap Nining adalah penyanyi yang tepat untuk membawakan lagu ciptaannya berjudul "Kalangkang" pada 1986. Nining lalu diarahkan menyanyi duet bersama Adang Cengos. Lagu lainnya yang digemari masyarakat antara lain: Potret Manehna, Jol, Sorban Palid, Karembong Kayas, Es Lilin, Mojang Priangan, Tibelat, dsb.

250px-Konser_tunggal_Nining_Meida_2012.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nining saat menyapa para penggemarnya dalam acara bertajuk Konser Tunggal Nining Meida 2012

Nining Meida pernah melakukan langkah besar untuk ukuran seniman Sunda dengan menggelar konser tunggal pertamanya di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Minggu (21/10/2012). Konser dengan tiket gratis ini diklaim yang pertama kali dilakukan seniman tembang dan penyanyi pop Sunda. Pada konser di hadapan 5000 lebih pengunjung hadir penggemar Nining Meida dari berbagai daerah di Jawa Barat, luar Pulau Jawa, bahkan ada yang sengaja datang dari luar negeri. Tidak ketinggalan juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, pihak Pemkot Bandung, dan para tokoh serta seniman Sunda turut hadir di konser akbar tersebut.[1]

Sebagai seorang penyanyi Sunda yang sukses, Nining Meida telah memberikan kontribusi besar dalam melestarikan musik daerah. Lewat lagu-lagunya, generasi muda tetap bisa menikmati dan mengenal kekayaan budaya Sunda yang begitu khas. Bagi generasi yang sudah tak lagi muda, lagu-lagu Nining Meida menjadi setapak nostalgia.

Hingga kini, lagu-lagu Nining Meida masih sering didengar dan dinyanyikan kembali oleh para pencinta musik Sunda, bahkan diaransemen ulang agar tetap relevan. Kehadirannya dalam dunia musik telah menjadi inspirasi bagi banyak penyanyi muda yang ingin meneruskan jejaknya dalam mengangkat pop Sunda ke tingkat yang lebih tinggi.

Menembus Dapur Rekaman

Wanita yang suka bernyanyi sejak umur tiga tahun ini mengatakan untuk menembus dapur rekaman bukanlah langkah mudah, melainkan harus punya prestasi tersendiri. “Saya bisa rekaman itu karena festival dan pasang giri, ada prosesnya dan tidak asal-asalan” ujar wanita kelahiran 6 Juni 1965 ini.[2] Dia juga mengungkapkan bahwa bakat dan punya modal kecantikan serta main di gamelan, pop singer dan sering mengikuti festival menjadi modal utama sebelum dirinya dikenal lebih jauh oleh publik.

Menurut Nining, saat akan memulai rekaman banyak proses yang harus dilaluinya. Dia bahkan sempat merasa deg-degan dan takut saat melihat operator di studio. Diajak oleh Ujang Suryana, saat itu Nining pertama kali rekaman di Whisnu Bas Record. Pertama kali rekaman, Nining tak lantas langsung menyanyikan lagu Pop Sunda. Awalnya dia rekaman dengan menyanyikan lagu Calung, ke gamelan degung, kawih, kemudian ke Pop Sunda. Bakat Nining memang ada pada tembang Sunda. Meskipun dia mengaku tidak mempunyai genre tersendiri dan bisa menyanyikan lagu apapun. "Intinya yang membentuk kita itu orang lain, bukan saya sendiri," kata teh Nining.

Penggemar tembang Cianjuran ini sangat mengidolakan Ida Widawati. Sejak kecil dia belajar otodidak setelah mendengarkan lagu idolanya. Saking mengidolakan sosok Ida, cover kaset Ida dipajang dan ditempel dan disandingkan dengan fotonya karena waktu itu Nining ingin sekali menjadi penyanyi. Tak hanya dari mendengarkan lagu, Nining mengungkapkan bahwa di manapun dirinya berada dan apapun yang ditemukannya itu adalah guru baginya. Banyak pengalaman di luar yang didapatkannya kemudian dijadikan sebagai pembelajaran.

Ratusan album sudah diluncurkannya. Bahkan pada tahun 2016 Nining sempat mendapat penghargaan dari Original Rekor Indonesia Award sebagai Penyanyi Pop Sunda dengan prestasi creator yang telah merilis 100 album Pop Sunda. Tak hanya mendapatkan penghargaan di Pop Sunda, Nining juga merasa bangga karena dirinya juga pernah mendapat penghargaan berdampingan dengan lagu lain seperti dangdut.[3] Dalam setiap genre album baik itu degung, kacapian, maupun Pop Sunda Nining kerap berduet dengan penyanyi lain seperti Adang Cengos dan Barman Sahyana.

Meraih Sukses di Album Kalangkang

250px-Nining1988.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Album Pop Sunda Kalangkang 1986 yang sukses meledak di pasaran

Album Kalangkang yang dirilis pada tahun 1986 merupakan tonggak sejarah terbesar dalam perjalanan karier Nining Meida sekaligus dalam perkembangan musik Pop Sunda modern. Perjalanan album ini bermula dari pertemuan dan kolaborasi erat antara Nining dengan Nano Suratno, seorang komposer dan pencipta lagu legendaris Jawa Barat. Mang Nano melihat potensi besar dalam karakter vokal Nining yang mampu membawakan lagu dengan nuansa tradisional namun tetap terdengar modern dan masuk ke telinga generasi muda saat itu. Ketika album Kalangkang resmi dirilis pada tahun 1986, respons masyarakat di luar dugaan. Album ini meledak hebat di pasaran dan mencetak sukses besar secara komersial.Album Kalangkang berhasil terjual hingga lebih dari 1 juta kopi. Angka penjualan ini sangat fantastis dan luar biasa untuk ukuran album lagu daerah pada masanya.
Berkat kesuksesan album ini, nama Nining Meida yang awalnya populer di tingkat regional langsung melejit ke kancah musik nasional. Lagu Kalangkang tidak hanya diputar di radio-radio Jawa Barat, tetapi juga bergema di berbagai penjuru Indonesia.


Dampak dan Warisan (Legacy):

Kesuksesan album Kalangkang membawa dampak yang sangat besar, baik bagi Nining Meida pribadi maupun industri musik Sunda:

  • Masterpiece Pop Sunda: Album ini kini dikenang sebagai salah satu karya masterpiece terbaik dalam sejarah musik Pop Sunda.
  • Membuka Era Baru: Keberhasilan Kalangkang membuktikan bahwa musik berbahasa daerah memiliki daya jual yang tinggi dan mampu bersaing dengan musik pop Indonesia lainnya. Hal ini memicu gairah baru bagi musisi-musisi Sunda lain untuk terus berkarya.
  • Kemapanan Karier: Lewat album inilah posisi Nining Meida sebagai diva dan maestro Pop Sunda semakin kukuh. Kesuksesan ini bahkan memberinya modal dan kepercayaan diri untuk mendirikan label rekamannya sendiri, Promina Records, di kemudian hari.

Hingga saat ini, lagu Kalangkang tetap menjadi lagu wajib yang identik dengan nama Nining Meida setiap kali ia tampil di atas panggung.

Penghargaan:

  • HDX-BASF Award 1987/1988 untuk album "Kalangkang";
  • Jawa Barat Music Award 2005 dari Sekolah Tinggi Musik Bandung.

Kehidupan Pribadi

Nining Meida menikah dengan Tommy Nurdiaman. Dari pernikahannya, ia dikaruniai tiga anak, yaitu Walesa, Rani Akbar dan Zaky Muhammad Arsi.

Diskografi

Album Pop Sunda

  • Tibelat
  • Anjeun
  • Bubuy Bulan
  • Kalangkang
  • Hanjakal
  • Album Pop Sunda Seleksi Rangrang Kamelang vol I
  • Kalangkang Anjeun
  • Talaga Reumis
  • Iraha
  • Pantai Kuta
  • Kedah Kasaha
  • Bandung - Jakarta ( Pop Sunda - Dangdut)
  • Hariring Kuring
  • Jol
  • Mojang Priangan

Album Degung dan Kacapian

  • Degung Sunda Lantaran Tepang
  • Album Kacapian Cirata Nonblok
  • Degung Sunda Manis
  • Degung Sunda Ringkang
  • Degung Sunda Rumaos
  • Kabungbulengan
  • Bentang Kamelang
  • Eta Socana
  • Alam Endah
  • Degung Kalangkang Anjeun
  • Degung Tibelat
  • Asih Urang

Referensi

  1. "Profil Nining Meida". Nining Meida. Diakses tanggal '2026-07-20' 20 Juli 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. "Nining Meida: Potret Penyanyi Sunda yang Legendaris". CNN Indonesia. 2017-06-12. Diakses tanggal '2026-07-16'.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. "Nining Meida, Diva Pop Sunda yang Melegenda". RUMPUN INDONESIA. 2025-01-09. Diakses tanggal 2026-07-20.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penyanyi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan