Senin, 02 November 2026
00:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Nicolai Varvolomejeff

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan biografi tokoh. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "Nicolai Varvolomejeff" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Nicolai Varvolomejeff" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

Nicolai Varvolomejeff (juga ditulis Nicolai Varfolomejeff; 16 Mei 1900, Petropavlovek atau Petropavl, Siberia, Kekaisaran Rusia, saat ini Kazakhstan – 6 April,1970, Yogjakarta, Indonesia) adalah seorang pemain cello, guru musik, arranger dan konduktor Indonesia kelahiran Rusia.

Sebagai figur penting dalam dunia musik Indonesia, ia dikenal sebagai mentor bagi musisi dan komposer ternama seperti Idris Sardi dan Amir Pasaribu, yang pernah belajar di bawah bimbingannya. Aransemen lagunya yang paling terkenal mencakup Nyiur Hijau, Kupinta Lagi, Ati Raja, dan Bengawan Solo.

Informasi mengenai masa hidupnya sebelum tiba di Indonesia sangat terbatas. Namun, diketahui bahwa ia merupakan lulusan Moscow Conservatory, sebuah institusi bergengsi di Rusia.

Pada periode 1952–1970, Varvolomejeff mengabdikan diri sebagai guru musik di SMIND/AMI (Sekolah Musik Indonesia/Akademi Musik Indonesia), dengan spesialisasi dalam pengajaran orkestra dan orkestrasi. Atas kontribusinya dalam dunia seni, pada 1993, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menganugerahinya penghargaan seni secara anumerta. Ia dimakamkan di Sasana Laya, Yogyakarta.[1]

Referensi

  1. ↑ Nurhayati, Diah Uswatun (2007). "ARANSEMEN NICOLAI VARFOLOMEYEFF ATAS LAGU NYIUR HIJAU CIPTAAN MALADI: KAJIAN MUSIKOLOGIS". SURYA SENI (dalam bahasa Inggris). 3 (2). doi:10.24821/pasca.v3i2.69.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan