Sabtu, 10 Oktober 2026
19:41 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Ngaio Marsh

Ngaio Marsh

Bagikan:
250px-Ngaio_Marsh_by_Henry_Herbert_Clifford_ca_1935%2C_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ngaio Marsh pada 1935

Edith Ngaio Marsh (Christchurch, Selandia Baru, 23 April 1895 - 18 Februari 1982) adalah seorang penulis dan sutradara panggung berkebangsaan Selandia Baru. Sejak tahun 1928, dia membagi waktunya antara tinggal di Inggris dan Selandia Baru.

Dia paling dikenal dalam dunia internasional berkat tigapuluh dua novel detektifnya yang diterbitkan antara tahun 1934 dan 1982. Bersama dengan Agatha Christie, Margery Allingham dan Dorothy L. Sayers dia dianggap sebagai empat 'Ratu Kriminal' - penulis-penulis kisah kriminal wanita Britania Raya yang mendominasi genre fiksi kriminal pada tahun 1930-an dan 1940-an. Dari keempat pengarang tersebut, karyanya yang paling menunjukkan kedalaman tokoh-tokohnya dan sering mengandung sisi humor.

Seluruh buku-bukunya menampilkan detektif CID Roderick Alleyn dan kebanyakan diset di Inggris atau Selandia Baru.

Bibliografi

Novel detektif

  • A Man Lay Dead (1934)
  • Enter a Murderer (1935)
  • The Nursing Home Murder (1935)
  • Death in Ecstasy (1936)
  • Vintage Murder (1937)
  • Death in a White Tie (1938)
  • Artists in Crime (1938)
  • Overture to Death (1939)
  • Death at the Bar (1940)
  • Death and the Dancing Footman (1941)
  • Surfeit of Lampreys (1940), diterbitkan dengan judul Death of a Peer di AS
  • Colour Scheme
  • Died in the Wool (1945)
  • When in Rome
  • Swing Brother Swing (1949), diterbitkan dengan judul A Wreath for Rivera di AS
  • Opening Night (1951)
  • Night at the Vulcan (1951)
  • Spinsters in Jeopardy (1954)
  • Scales of Justice (1955)
  • Off With His Head (1956), diterbitkan dengan judul Death of a Fool di AS
  • Singing in the Shrouds (1958)
  • False Scent (1959)
  • Hand in Glove (1962)
  • Dead Water (1963)
  • Death at the Dolphin (1966), diterbitkan dengan judul Killer Dolphin di AS
  • Clutch of Constables (1968)
  • Tied Up in Tinsel (1972)
  • Black As He's Painted (1974)
  • Last Ditch (1977)
  • Grave Mistake (1978)
  • Photo Finish (1980)
  • Light Thickens (1982)

Non-fiksi

  • New Zealand (1968)
  • Singing Land (1974)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan