Senin, 19 Oktober 2026
21:05 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Neratja

Bagikan:

Neratja merupakan surat kabar zaman dahulu. Koran ini terbit setiap hari kecuali hari Jumat, Minggu, dan hari besar.[1]

Koran ini mulai menemui pembacanya setiap hari sejak 1917 di bawah penerbit N.V. Vitgevers Mij evolutie.[1]

Jargon koran ini yaitu "Haloeannja hendak menjokong dan membantoe segala oesaha pergerakan jang menoedjoe kebaikan dan kemadjoean bangsa dan tanah air, dengan djalan yang patoet".[1]

Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan: 1907-2007, harian Neratja menjadi pers yang menanamkan semangat perlawanan terhadap kolonialisme dan diskriminasi terhadap pembacanya.[1]

Redaktur koran ini yaitu Agoes Salim dan Abdoel Moeis kelak menjadi founding profle Indonesia. Keduanya bahu-membahu menyerukan pentingnya pendidikan dalam pembentukan karakter berbangsa.[1][2]

Koran ini ini juga menjadi ajang bagi keduanya uantuk menangkis serangan dari surat kabar Sinar Djawa yang dikelola oleh aktivis-aktivis radikal seperti Semaoen.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Seabad Pers kebangsaan, 1907–2007 (Edisi Cet. 1). Jakarta: I:Boekoe. 2007. hlm. 134–137. ISBN 978-979-1436-02-1. OCLC 289071007.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Times, I. D. N.; Suciatiningrum, Dini. "Biografi Haji Agus Salim, Diplomat Ahli 9 Bahasa yang Hidup Sederhana". IDN Times. Diakses tanggal 2021-09-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan