Selasa, 22 September 2026
04:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Nehemia

Nehemia

Tokoh sentral Kitab Nehemia

Tokoh sentral dalam Kitab Nehemia dalam AlkitabTemplat:SHORTDESC:Tokoh sentral dalam Kitab Nehemia dalam Alkitab
Nehemia
250px-Prophet_nehemiah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nabi dan Pemimpin Bani Israel
Dihormati diGereja Ortodoks Timur
Pesta13 Juli (Katolik)
Minggu Para Leluhur Suci (Orthodox)[1]
250px-Bible_primer%2C_Old_Testament%2C_for_use_in_the_primary_department_of_Sunday_schools_%281919%29_%2814779759334%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nehemiah rebuilding Jerusalem, illustration by Adolf Hult, 1919

Nehemia (bahasa Ibrani: נְחֶמְיָה,Modern NəḥemyaTiberias Nəḥemyāh ; "Dihiburkan oleh Yahweh"),[2] adalah seorang tokoh penting dalam sejarah pasca-pembuangan orang-orang Yahudi yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia adalah tokoh sentral dalam Kitab Nehemia, yang menggambarkan sebagai bupati dan berhasil membangun kembali Yerusalem[3] selama periode Bait Suci Kedua sebagai gubernur Yehud Medinata, provinsi otonom Yudea dalam Kekaisaran Akhemenid, di bawah Artahsasta I (465–424 SM).[2][4][5] Namun, ketika ia mendengar bahwa orang-orang yang tinggal di Yerusalem berada dalam keadaan tercela dan dalam kesulitan besar, ia meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke Yerusalem.

Keabsahan sejarah Nehemia, misinya, dan Memoar Nehemia baru-baru ini menjadi sangat kontroversial dalam kajian akademis, dengan kaum maksimalis memandangnya sebagai catatan sejarah dan kaum minimalis meragukan keberadaan Nehemia.[6] Ia dianggap sebagai santo dalam Gereja Ortodoks Timur, di mana ia diperingati pada Hari Minggu Para Leluhur Suci.

500px-NehemiahWall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
deni napitupulu di tembok kota Yerusalem pada zaman Nehemia.

Tradisi Yahudi

Dalam sebuah sastra rabinik hagadah Nehemia disamakan dengan Zerubabel, yang dianggap sebagai nama samaran Nehemia dan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa ia lahir di Babel ("Zera'+ Babel"; Sanh. 38a). Bersama Ezra, ia menandai kebangkitan kembali sejarah nasional Yudaisme.[7] Sebuah mishna dinyatakan oleh para Rabi berasal dari aliran Nehemia [8] Betapapun juga, Nehemia dipersalahkan oleh para rabi karena ungkapannya yang dianggap menyombongkan diri, "Ingatlah akan daku, ya Allahku, untuk selama-lamanya" (Nehemia 5:19, Nehemia 13:31), dan penghinaannya terhadap para leluhurnya (Nehemia 5:15), antara lain Daniel. Para rabi menganggap bahwa kedua kesalahannya ini merupakan alasan mengapa buku ini tidak disebutkan dengan namanya sendiri melainkan diletakkan sebagai bagian dari Kitab Ezra (Sanh. 93b). Menurut B. B. 15a Nehemia menyelesaikan Kitab Tawarikh, yang ditulis oleh Ezra.

Lihat pula

Rujukan

  1. "Prophet Nehemiah".
  2. 1 2 Gesenius, Friedrich Wilhelm (1846). Gesenius' Hebrew-Chaldee Lexicon. Baker Book House; 7th edition, 1979. hlm. 544. ISBN 0801037360. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Desember 2018. Diakses tanggal 16 April 2015.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggalPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. W.S. Lasor, dkk. 2005. Pengantar Perjanjian Lama 1. Jakarta. BPK Gunung Mulia.
  4. James D. G. Dunn; John William Rogerson (19 November 2003). Eerdmans Commentary on the Bible. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 321. ISBN 978-0-8028-3711-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Oktober 2020. Diakses tanggal 10 Agustus 2019.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Nehemia 1:11–2:1
  6. Frevel, Christian (2023). History of Ancient Israel. SBL Press. hlm. 262. ISBN 9781628375145. Since there are no extrabiblical testimonies for Nehemiah's person or work, one is initially dependent on the biblical data as a source…There is no clarity regarding the background, the concrete form, or the exact dating of Nehemiah's mission. For a long time the history of Nehemiah was reconstructed based on the assumption that Neh *1-7; *11-13 comprised an authentic so-called Nehemiah Memoir dating from the second half of the fifth century BCE. More recently, the historicity, background, and intention of these texts have become highly controversial. The maximalist position evaluates the details of the conflicts, Nehemiah's mission, and the actions initiated by him to be, as far as possible, historical, which then is authentically witnessed by Nehemiah's first-person report (e.g., Rainer Kessler, Titus Reinmuth, Ralf Rothenbusch). The minimalist position, on the other hand, doubts even the historicity of the person of Nehemiah. It does not see the Nehemiah Memoir as an authentic document but as a fictional account of later writers with theological intentions, who stylized Nehemiah as the model political leader. The Nehemiah Memoir is thus understood, as far as possible, to be an archetypal depiction without historical value (e.g., Joachim Becker, Erhard S. Gerstenberger).
  7. Cant. R. ii. 12
  8. Shab. 123b
Artikel ini menggunakan sebagian teks dari Kamus Alkitab Easton, sebuah buku ranah publik, aslinya diterbitkan pada 1897.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan