Sabtu, 17 Oktober 2026
05:27 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Hiu perawat kuning-kecokelatan

Hiu perawat kuning-kecokelatan

Bagikan:
Hiu perawat kuning-kecokelatan
250px-Ginglymostoma_cirratum_Maldives.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Subdivisi: Selachimorpha
Ordo: Orectolobiformes
Genus: Nebrius
Spesies:
N. ferrugineus
Nama binomial
Nebrius ferrugineus
(Lesson, 1831)
250px-Nebrius_ferrugineus_distmap.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim

Ginglymostoma muelleri Günther, 1870
Ginglymostoma rueppellii Bleeker, 1852
Nebrius concolor Rüppell, 1837
Nebrius doldi Smith, 1953
Nebrodes concolor ogilbyi Whitley, 1934
Nebrodes macrurus Garman, 1913
Scyllium ferrugineum Lesson, 1831
Scymnus porosus Ehrenberg, 1871

Hiu perawat kuning-kecokelatan (Nebrius ferrugineus) adalah sebuah spesies hiu karpet dalam famili Ginglymostomatidae, serta menjadi satu-satunya anggota hidup dari genus Nebrius.

Spesies ini tersebar luas di sepanjang pesisir Indo-Pasifik, menyukai hidup di terumbu karang, kukup dan hutan rumput laut dari perairan yang sangat dangkal hingga kedalaman 70 m (230 ft). Dengan tubuh yang silindris dan kepala yang lebar serta pipih, hiu ini rupanya serupa dengan hiu perawat (Ginglymostoma cirratum) dari Samudra Atlantik dan Pasifik Timur, di mana hiu perawat kuning-kecokelatan dapat dibedakan dari hiu perawat dengan sirip dorsalnya yang runcing serta sirip pektoralnya yang ramping dan berbentuk sabit. Panjang maksimum yang pernah tercatat dari hiu ini adalah 3,2 m (10 ft).

Memiliki gaya hidup nokturnal, hiu perawat kuning-kecokelatan cenderung menghabiskan hari dengan beristirahat bersamaan dengan dua lusin atau lebih ekor hiu lainnya di dalam gua atau di bawah pinggiran. Pada malam hari, hiu ini aadalah predator perenang aktif yang menggunakan kemampuan isapnya yang kuat untuk menarik mangsa dari celah-celah sempit. Makanan dari hiu perawat kuning-kecokelatan sebagian besar mencakup gurita, tetapi hiu tersebut juga akan memakan invertebrata lainnya, ikan bertulang kecil, dan ular laut meski jarang. Hiu perawat kuning-kecokelatan adalah hewan vivipar aplasental, yang berarti embrionya menetas dari kapsul telur di dalam induknya. Spesies ini mewakili satu-satunya hiu karpet yang embrionya mempraktikkan oofagi, memakan telur yang dihasilkan induknya saat masih di dalam uterus.

Referensi

  1. ↑ Simpfendorfer, C.; Derrick, D.; , D.; Bin Ali, A.; Fahmi, Vo, V.Q.; Tanay, D.; Seyha, L.; Haque, A.B.; Fernando, D.; Bineesh, K.K.; Utzurrum, J.A.T.; Yuneni, R.R.; Maung, A. (2021). "Nebrius ferrugineus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T41835A173437098. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-2.RLTS.T41835A173437098.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan