Kamis, 08 Oktober 2026
04:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Naturalis Historia

Naturalis Historia

Bagikan:
Naturalishistoria.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Naturalis Historia, edisi 1669, halaman muka.

Naturalis Historia (bahasa Latin untuk "Sejarah Alam") adalah ensiklopedia yang diterbitkan sekitar tahun 77-79 Masehi yang ditulis oleh Plinius. Kitab ini adalah salah satu dari karya tunggal terbesar dari masa Kekaisaran Romawi yang masih dibaca hingga sekarang dan berusaha membahas semua bidang pengetahuan masa lalu yang dikenal oleh sang penulis. Karya ini adalah satu-satunya karya Plinius yang terselamatkan dan yang terakhir ia terbitkan. Plinius sendiri mengklaim bahwa dialah satu-satunya orang Romawi yang telah mengerjakan karya ini dan "berdoa" kepada "ibu pertiwi"[1]

Karya ini menjadi patron bagi pengerjaan berbagai ensiklopedia yang ditulis setelahnya, seperti cakupan subjek keilmuan, perlunya peReferensi terhadap penulis asli, dan daftar isi yang lengkap. Plinius menuliskan Naturalis Historia sebagai dedikasi terhadap Kaisar Titus, putra dari kawan dekatnya yang juga ayah sang kaisar, Kaisar Vespasianus. Plinius sendiri sebenarnya belum benar-benar menyelesaikan karya ini karena ia telanjur tewas dalam bencana letusan Gunung Vesuvius tahun 79 sebelum sempat melakukan revisi.

Daftar isi

Kitab Naturalis Historia mencakup 37 buku. Plinius menuliskan sendiri daftar isinya. Tabel berukut memberikan cakupan topik-topik dengan istilah masa kini.

I Pengantar dan daftar isi, daftar penulis
II Pemaparan dunia secara matematis dan fisis
III-VI Geografi dan etnografi
VII Antropologi dan fisiologi manusia
VIII-XI Zoologi
XII-XXVII Botani termasuk pertanian, hortikultura, dan farmakologi
XXVIII-XXXII Farmakologi
XXXIII-XXXVII Pertambangan dan mineralogi, khususnya dalam penerapannya di kehidupan dan seni, termasuk:
emas
yang diselubungi dengan perak[2]
seni patung dalam perunggu[3]
seni lukis[4]
ragam hias [5]
patung marmer[6]
batu permata dan perhiasan[7]

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "XXXVII.77". Naturalis Historia.
  2. ↑ xxxiii.154–751
  3. ↑ xxxiv
  4. ↑ xxxv.15–941
  5. ↑ 151–851
  6. ↑ xxxvi
  7. ↑ xxxvii
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan